Jawa Pos Radar Madiun - Bangun kesiangan saat sahur adalah pengalaman yang cukup sering dialami banyak orang selama Ramadan.
Ketika waktu sudah hampir imsak dan tidak sempat menyiapkan makanan, sebagian orang akhirnya memilih pilihan paling praktis: cukup minum air putih lalu kembali beristirahat.
Pertanyaannya, apakah sahur hanya dengan air putih cukup bagi tubuh untuk menjalani puasa seharian?
Dari sisi kesehatan, hal ini sebenarnya boleh dilakukan sesekali jika memang terpaksa.
Namun para ahli menyebut kebiasaan tersebut bukan pilihan yang ideal karena tubuh tetap membutuhkan energi dan nutrisi sebelum menjalani puasa.
Apa yang Terjadi Jika Sahur hanya Minum Air Putih?
Air putih memang sangat penting untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh. Saat sahur, minum air membantu mencegah dehidrasi selama berpuasa.
Namun air tidak mengandung kalori, protein, atau zat gizi yang dapat digunakan sebagai sumber energi.
Jika sahur hanya dengan air putih, tubuh akan langsung mengandalkan cadangan energi yang tersimpan di dalam tubuh. Akibatnya, energi bisa lebih cepat habis dibandingkan jika tubuh mendapatkan asupan makanan bergizi saat sahur.
Kondisi ini membuat sebagian orang lebih cepat merasa lelah selama menjalani aktivitas di siang hari.
Dampak yang Sering Terjadi
Puasa tanpa asupan makanan saat sahur biasanya membuat tubuh lebih cepat merasakan lapar. Tanpa karbohidrat atau protein sebagai sumber energi bertahap, cadangan energi tubuh lebih cepat digunakan.
Akibatnya, rasa lapar bisa muncul lebih awal dibandingkan orang yang sahur dengan makanan lengkap.
Selain itu, tubuh juga cenderung lebih mudah lemas karena kadar gula darah dapat turun lebih cepat. Pada beberapa orang, kondisi ini juga dapat menyebabkan pusing dan kesulitan berkonsentrasi.
Otak membutuhkan energi untuk bekerja secara optimal. Ketika tubuh tidak mendapatkan asupan nutrisi yang cukup, kemampuan fokus pun bisa menurun.
Walau sudah minum air putih, risiko dehidrasi tetap ada karena tubuh terus kehilangan cairan sepanjang hari tanpa dukungan nutrisi dari makanan.
Apakah Lebih Baik Daripada Tidak Sahur Sama Sekali?
Jika dibandingkan dengan tidak sahur sama sekali, minum air putih tetap menjadi pilihan yang lebih baik.
Setidaknya tubuh memulai puasa dalam kondisi terhidrasi, sehingga rasa haus di siang hari bisa sedikit berkurang.
Namun perlu dipahami bahwa air putih hanya memenuhi kebutuhan cairan tubuh, bukan kebutuhan energi.
Alternatif Sahur Cepat yang Lebih Baik
Jika waktu sahur sangat terbatas, sebenarnya ada beberapa pilihan makanan praktis yang bisa dikonsumsi dalam waktu singkat tetapi tetap memberikan energi.
Buah seperti pisang, beberapa butir kurma, segelas susu, roti gandum, yogurt, atau oatmeal instan bisa menjadi pilihan sederhana yang cukup membantu tubuh mendapatkan asupan energi.
Makanan-makanan ini mudah disiapkan dan tidak membutuhkan waktu lama untuk dikonsumsi.
Agar Tidak Melewatkan Sahur
Agar tubuh tetap bertenaga selama menjalani puasa, ada beberapa kebiasaan sederhana yang bisa membantu.
Menyiapkan menu sahur sejak malam hari bisa menghemat waktu saat bangun pagi. Selain itu, tidur lebih awal juga membantu tubuh lebih mudah bangun untuk sahur.
Memasang alarm bertahap dan menyediakan stok makanan praktis di rumah juga bisa menjadi solusi agar sahur tidak terlewat.
Sahur hanya dengan minum air putih memang boleh dilakukan jika terpaksa, tetapi tidak sebaiknya dijadikan kebiasaan.
Tubuh tetap membutuhkan energi, protein, dan berbagai nutrisi agar mampu menjalani puasa dengan nyaman tanpa mudah lemas atau kehilangan konsentrasi sepanjang hari. (fin)
Editor : AA Arsyadani