Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Dari Meja Keuangan ke Benteng Matematika Tak Terpecahkan: Saudara Singapura Ciptakan Enkripsi Anti-Kuantum

Tim Magang Radar Madiun • Senin, 22 Juni 2026 | 09:47 WIB
Singaporean brothers Ken Lin (left) and Lim Meng Liang (MARK CHEONG)
Singaporean brothers Ken Lin (left) and Lim Meng Liang (MARK CHEONG)

Jawa Pos Radar Madiun - Di tengah ancaman quantum computer yang siap meruntuhkan enkripsi konvensional,

dua saudara asal Singapura memutuskan untuk meninggalkan karier mapan di dunia keuangan.

Mereka mendirikan Aires Applied Quantum Technology dan mengembangkan teknologi enkripsi yang diklaim “praktis tak terpecahkan”, bahkan oleh komputer super masa depan.

Kisah ini menjadi bukti bahwa keberanian keluar dari zona nyaman bisa melahirkan inovasi krusial untuk keamanan siber global.

Latar Belakang Pendiri yang Tak Biasa

Lim Meng Liang (38), alumnus matematika terapan NUS, adalah spesialis Diophantine equations persamaan matematika terkenal yang sering kali tidak memiliki solusi.

Baca Juga: Rahasia Ducati Diam-diam Luncurkan Desmo250 MX: Mesin Desmo 250cc yang 'Meminjam' Nafas Panigale V4 R

Pada 2022, ia berhasil mendapatkan paten AS pertama untuk memanfaatkan sifat “unsolvable” ini dalam enkripsi data.

Saudaranya, Ken Lin (45), yang memiliki nama berbeda karena kesalahan administrasi orang tua saat mendaftarkan kelahirannya,

rela meninggalkan karier 15 tahun di sektor keuangan dan investment advisory.

Pada 2023, keduanya mendirikan Aires Applied Quantum Technology di MacPherson, Singapura.

Perusahaan ini telah mengamankan pendanaan lebih dari US$2 juta (sekitar S$2,6 juta) dari investor swasta dan lembaga seperti Enterprise Singapore,

serta sedang mempersiapkan IPO di pasar seperti AS, Singapura, atau Jepang untuk ekspansi global.

Apa Itu LionGuard dan Cara Kerjanya?

LionGuard adalah produk unggulan Aires aplikasi mobile yang mengenkripsi file di perangkat, cloud, atau jaringan.

Baca Juga: Bukan Kebetulan, Indonesia Pilih J-10C China untuk Lawan Jet Tempur Generasi Kelima Tetangga, Ini Alasannya

Cara kerjanya sederhana namun kuat, pengirim menghasilkan kunci enkripsi unik dan mengirimkannya ke penerima melalui app. 

Hanya penerima yang menggunakan LionGuard bisa membuka file tersebut.

Berbeda dengan enkripsi tradisional yang bergantung pada algoritma matematika mudah dipecahkan oleh quantum computer di masa depan (diprediksi error-free sekitar 2030),

LionGuard memanfaatkan Diophantine equations. Menurut Lin, komputer biasa butuh ribuan tahun untuk memecahkan enkripsi saat ini,

sementara quantum computer hanya butuh dua hari. Namun, pendekatan mereka praktis mustahil dipecahkan.

Saat ini app masih dalam fase beta dengan lebih dari 100 subscriber, termasuk perusahaan di sektor oil & gas, commodities trading, edutech, cloud services, banking, dan financial services.

Harga langganan bulanan US$388 per user, dengan rencana penurunan harga untuk menjangkau lebih banyak UKM seperti firma hukum, akuntan, family office, dan F&B.

Baca Juga: Mengapa Keluarga Miskin Cenderung Memiliki Banyak Anak? Ini Beragam Faktor yang Memengaruhinya

Portofolio Paten dan Aplikasi Lebih Luas

Aires memiliki empat paten internasional. Selain enkripsi data, mereka juga mengembangkan teknologi enkripsi 2D code seperti barcode dan QR code,

yang sedang diuji coba di Eropa untuk keperluan pembayaran, logistik, autentikasi supply chain, dan product tagging.

Konteks Quantum Threat dan Ekosistem Singapura

Ancaman quantum computing terhadap kriptografi saat ini mendorong banyak inovasi.

Singapura sendiri aktif mendukung pengembangan quantum tech dengan anggaran besar,

termasuk pendirian perusahaan seperti Squareroot8 Technologies dan Horizon Quantum. Aires menjadi bagian dari gelombang startup quantum di negara tersebut.

Perjalanan dan Tantangan Keluarga

Orang tua mereka awalnya ragu, terutama saat Ken Lin meninggalkan pekerjaan stabil.

Baca Juga: Emas Melemah ke Rp2,46 Juta per Gram, Investor Mulai Mengincar Peluang Baru

Lim mengungkapkan bahwa keluarga sempat mempertanyakan keputusannya melibatkan kakaknya.

Namun, keduanya yakin risikonya sepadan. Di event tech pertama mereka pada 2023,

banyak yang masih mengira “quantum cryptography” adalah bentuk cryptocurrency baru.

Kini, pertanyaan audiens sudah lebih matang soal integrasi dan kesiapan jangka panjang.

Dengan tim kecil berjumlah delapan orang, Aires terus mengembangkan solusi yang user-friendly untuk melindungi data sensitif di era post-quantum.

Keberhasilan mereka tidak hanya membawa potensi keuntungan finansial, tapi juga berkontribusi pada ketahanan siber nasional dan regional.

Inovasi ini menunjukkan bagaimana talenta lokal, dikombinasikan dengan dukungan ekosistem Singapura, mampu bersaing di bidang teknologi frontier.

Bagi perusahaan dan individu yang khawatir akan ancaman cyber di masa depan, LionGuard menawarkan harapan baru,

enkripsi yang benar-benar modern dan tahan masa depan. (*)

*Dwiki Dermawan, Universitas Negeri Surabaya

Editor : Tim Magang Radar Madiun
#lionguard #Teknologi #matematika