Jawa Pos Radar Madiun - Menjelang peringatan 100 tahun kelahiran Kho Ping Hoo, dua karya awal sang maestro cerita silat Indonesia diterbitkan kembali dalam edisi lengkap.
Penerbitan ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan satu abad kelahiran penulis legendaris yang karya-karyanya telah menemani pembaca lintas generasi.
Sebelumnya, Elex Media Komputindo membuka program Special Order 100 Tahun Kho Ping Hoo pada 7–11 Juli 2026.
Melalui program tersebut, pembaca dapat memesan dua novel yang dahulu diterbitkan secara berseri, namun kini masing-masing hadir dalam satu volume utuh.
Dengan format baru ini, pembaca dapat menikmati keseluruhan cerita tanpa harus mencari jilid demi jilid seperti pada edisi sebelumnya.
Hadirnya kembali dua karya awal tersebut menjadi momentum bagi para penggemar lama untuk bernostalgia sekaligus mengenalkan karya-karya Kho Ping Hoo kepada generasi baru.
Selama puluhan tahun, novel-novel ciptaannya telah menjadi bagian penting dalam perkembangan sastra populer Indonesia, khususnya genre cerita silat.
Peringatan satu abad kelahiran Kho Ping Hoo menjadi momen yang dinantikan para pencinta cerita silat Indonesia. Lahir pada 17 Agustus 1926 di Sragen, Jawa Tengah, Kho Ping Hoo dikenal sebagai salah satu penulis cerita silat paling berpengaruh di Indonesia.
Baca Juga: Awal Mula Lahirnya Bu Kek Siansu, Sang Karakter Cerita Silat Legendaris Karya Kho Ping Hoo
Selama kariernya, ia melahirkan ratusan tokoh pendekar dan puluhan kisah yang tidak hanya menyuguhkan pertarungan, tetapi juga sarat dengan nilai-nilai keberanian, kejujuran, persahabatan, hingga kemanusiaan.
Menjelang puncak peringatan pada 17 Agustus 2026, penerbitan ulang karya-karya klasik Kho Ping Hoo menjadi salah satu bentuk penghormatan terhadap warisan sastra yang telah bertahan selama satu abad.
Kehadiran edisi lengkap ini diharapkan memudahkan pembaca lama maupun generasi muda untuk kembali menikmati kisah-kisah sang maestro sekaligus menjaga agar warisan cerita silat Indonesia tetap hidup di tengah perkembangan zaman. (fin)
Editor : AA ArsyadaniSumber : Radar Madiun