Jawa Pos Radar Madiun - Tidak semua kenari Rasmi langsung siap turun ke arena perlombaan.
Hal itu diungkapkan ketua ACBS Gank Aldian Dwi Bahtiar, yang sukses menjual kenari Rasmi seharga Rp 20 juta usai menang lomba kicau.
Ia menyebut, butuh proses perawatan dan latihan intensif agar burung memiliki mental yang stabil dan stamina yang prima.
"Kenari Rasmi siap dilombakan setelah melalui tahapan perawatan dan latihan yang terstruktur," jelasnya.
"Biasanya, burung mulai stabil dan siap kompetisi setelah usia 8 bulan hingga 1 tahun, tergantung dari karakter dan perkembangannya," sambung Aldian.
Ada beberapa faktor yang menentukan kesiapan burung sebelum bertanding:
1. Stamina harus prima
2. Mental burung harus stabil dan tidak mudah stres
3. Kualitas suara sudah gacor dan variatif
4. Responsif terhadap lawan dan kondisi lingkungan lomba
Kenari yang telah siap lomba biasanya menunjukkan kestabilan suara, rajin berkicau dalam berbagai kondisi, serta memiliki durasi dan variasi lagu yang baik.
Harga Kenari Rasmi Bisa Capai Ratusan Juta Rupiah?
Kenari Rasmi kini menjadi burung premium di kelas lomba. Harga burung dalam kondisi bahan berkisar Rp 5 juta per ekor.
Namun, jika sudah memiliki prestasi di event nasional maupun internasional, harganya bisa meroket hingga puluhan bahkan ratusan juta rupiah.
Sebagai perbandingan, kenari lokal hasil ternak di Indonesia masih memiliki harga yang lebih terjangkau, yaitu sekitar Rp500 ribu per ekor.
"Harga kenari Rasmi bisa melesat drastis jika sudah memiliki catatan prestasi," ungkapnya.
"Burung yang sering menang lomba bisa dihargai puluhan hingga ratusan juta rupiah, tergantung kualitas suara dan performanya," tambah Aldian. (rehan/ota)
Editor : Mizan Ahsani