Jawa Pos Radar Madiun - Siapa yang tak kenal Suzuki Karimun kotak dan Hyundai Atoz.
Mobil hatchback awal 2.000-an yang ikut meramaikan otomotif di Indonesia.
Hingga saat ini, kedua kendaraan tersebut masih sangat populer dan diminati. Terbukti dari banyaknya komunitas yang masih aktif sampai saat ini.
Jika mau membandingkan dari segi spesifikasi, manakah dari keduanya yang lebih unggul? Simak ulasan kedua mobil bekas murah meriah ini.
1. Performa Mesin
Mesin Suzuki Karimun kotak berkode F10A, kapasitas 1.000 cc karburator. Punya tenaga 56 PS dan torsi 100 Nm.
Sedangkan Hyundai Atoz punya mesin 1.000 cc injeksi. Menghasilkan tenaga 57 PS dan torsi 82 Nm.
Dari segi mesin, keduanya punya durabilitas yang tinggi. Namun Hyundai Atoz lebih unggul karena sudah injeksi.
2. Dimensi Kabin
Hyundai Atoz mempunyai panjang 3.495 mm, lebar 1.495, dan tinggi 1.580 mm.
Untuk Suzuki Karimun kotak, panjang 3.410, lebar 1.575, dan tinggi 1.705.
Jadi untuk dimensi, lebar dan tinggi Suzuki Karimun masih lebih baik dibanding Hyundai Atoz.
3. Jenis Transmisi
Transmisi Suzuki Karimun kotak, hanya ada satu pilihan yakni manual 5 percepatan penggerak roda depan.
Sedangkan Hyundai Atoz menawarkan dua pilihan yakni manual 5 percepatan dan otomatis 4 percepatan.
Performa kedua mobil cukup responsif, namun Hyundai Atoz unggul dengan dua pilihan transmisi.
4. Suku Cadang
Suku cadang Suzuki Karimun kotak lebih mudah dicari dan harga terjangkau.
Sedangkan komponen untuk Hyundai Atoz cenderung lebih mahal dan terbatas untuk part tertentu.
Jadi, untuk suku cadang Suzuki Karimun kotak lebih mudah dicari karena kompatibel dengan model Suzuki lain.
5. Harga Pasaran
Kedua mobil ini harga bekasnya sudah sangat terjangkau. Pasaran Hyundai Atos dikisaran Rp 30-50 juta.
Sedangkan Suzuki Karimun kotak harga pasaran mulai dari Rp 35-60 juta. Namun semua itu tergantung kondisi, tahun, dan lokasi.
Itu tadi beberapa perbedaan antara Suzuki Karimun kotak dengan Hyundai Atoz.
Kedua mobil memiliki kelebihan dan kekurangan, pilihlah berdasarkan selera, kebutuhan, dan sesuai budget. (dce)
Editor : Mizan Ahsani