Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Ilmuwan Ungkap Perempuan Juga Bisa Jadi Psikopat, Kenali Tanda Sisi Gelap Wanita yang Sulit Kita Sadari

Mizan Ahsani • Jumat, 16 Mei 2025 | 02:41 WIB
Ilustrasi tanda perempuan memiliki sikap gelap seperti psikopat.
Ilustrasi tanda perempuan memiliki sikap gelap seperti psikopat.

Jawa Pos Radar Madiun – Selama ini, figur psikopat atau narsistik kerap dikaitkan dengan tokoh pria seperti Adolf Hitler, Charles Manson, hingga tokoh fiksi Hannibal Lecter.

Tapi tahukah Anda bahwa perempuan juga bisa memiliki sisi gelap yang sama, tetapi sulit kita sadari?

Sebuah riset mengungkap bahwa dunia psikologi selama ini bias terhadap gender dalam mendeteksi kepribadian gelap, karena standar diagnostik lebih banyak dikembangkan untuk pria.

“Narsisme perempuan seringkali disalahdiagnosis karena gejalanya berbeda dengan pria,” kata Ava Green dari City St George’s, University of London.

Wanita Juga Bisa Manipulatif dan Tidak Berempati, Kenali Tanda-tandanya

Fakta menariknya, perempuan bisa menunjukkan ciri-ciri dark triad personality (narsisme, psikopat, dan machiavellianisme) sama seperti pria. Bedanya, ekspresi perilakunya lebih halus.

Jika pria lebih sering menunjukkan agresi langsung, perempuan cenderung menggunakan cara-cara tidak kasatmata seperti menyebar gosip, membentuk kubu, atau memainkan peran sebagai korban.

“Mereka kerap memanfaatkan feminitas, tampil lembut tapi sesungguhnya licik dan terencana,” lanjut Green.

Penelitian membedakan dua tipe narsisme: narsisme grandiose dan narsisme vulnerable.

Pria umumnya lebih dominan pada grandiose, sikap penuh percaya diri dan ekstrovert.

Sementara perempuan lebih sering menunjukkan narsisme vulnerable yang membuat mereka tampak pemalu, defensif, dan merasa rendah diri.

Namun, justru jenis ini lebih sulit dikenali.

Dalam studi oleh Antonella Somma dari Vita-Salute San Raffaele University Milan terhadap seribu perempuan Italia, ditemukan bahwa perempuan dengan narsisme tinggi memiliki tingkat agresi tinggi, meski ekspresinya tak seekstrem pria.

“Perempuan dengan narsisme vulnerable lebih rentan stres, menyimpan dendam, dan sering memalsukan empati,” ujar Green.

Tes Psikologi Banyak Bias Gender

Alat tes psikologi seperti PCL-R atau Levenson Self-Report Psychopathy Scale dirancang untuk mendeteksi psikopat pria. Akibatnya, banyak perempuan dengan sifat gelap tak terdeteksi atau malah salah diagnosis.

“Bahkan DSM-5 lebih cenderung salah mengartikan narsisme perempuan sebagai borderline personality disorder,” tulis The Guardian.

Data mengejutkan juga muncul dari studi pembunuhan.

Ternyata perempuan pelaku pembunuhan lebih tinggi skor manipulatifnya dibanding pria. Sayangnya, karena metode pengukuran terlalu maskulin, banyak kasus terlewat.

Mengakui bahwa wanita juga bisa memiliki sisi gelap bukan berarti menyudutkan. Ini justru langkah penting menuju kesetaraan diagnosis dan pemahaman perilaku.

“Jika perempuan bisa belajar menahan agresi karena tekanan sosial, pria pun seharusnya bisa,” tutup Green. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#psikopat #sikap #sifat #tanda #perempuan #penelitian