Jawa Pos Radar Madiun - Harga knalpot mobil yang mahal ternyata bukan semata karena material pipa logam atau desain muffler-nya.
Komponen yang bikin harga sistem pembuangan ini melambung justru berada pada Catalytic Converter (Katalis Konverter).
Bagian ini menjadi komponen termahal dalam sistem knalpot karena mengandung logam mulia seperti platina, paladium, dan rhodium.
Ketiganya berperan sebagai katalis yang mengubah gas buang berbahaya dari mesin menjadi zat yang lebih aman sebelum dilepaskan ke udara.
Tak tanggung-tanggung, harga catalytic converter bisa menembus puluhan juta rupiah, bahkan untuk unit bekas pun masih memiliki nilai jual tinggi lantaran kandungan logam mulia tersebut.
Sementara bagian lain seperti muffler atau header, harganya jauh lebih rendah.
Fungsi catalytic converter pun sangat vital.
Komponen ini berperan mengubah zat berbahaya seperti karbon monoksida (CO), hidrokarbon (HC), dan nitrogen oksida (NOx) menjadi gas buang yang lebih ramah lingkungan.
Di antaranya menjadi berupa karbon dioksida (CO2), uap air (H2O), dan nitrogen (N2).
Di Indonesia, kebutuhan catalytic converter sebagian besar masih dipenuhi lewat impor.
Namun, saat ini sudah mulai ada pengembangan industri lokal.
Salah satunya oleh PT Katalis Sinergi Indonesia (KSI) yang sedang membangun pabrik katalis pertama di Indonesia di Karawang, Jawa Barat.
Tujuannya untuk menekan ketergantungan terhadap produk luar negeri.
Selain itu, sejumlah perusahaan komponen otomotif seperti PT Cipta Nissin Industries juga turut memproduksi sistem knalpot termasuk catalytic converter untuk berbagai merek kendaraan.
Pembuatan catalytic converter sendiri merupakan proses berteknologi tinggi.
Selain memerlukan logam mulia, desain struktur internalnya juga harus dirancang sedemikian rupa agar proses konversi gas buang berlangsung efisien dan optimal.
Dengan berbagai alasan tersebut, tak heran jika harga catalytic converter menjadi salah satu yang paling mahal dalam sistem knalpot mobil. (rio)
Editor : Mizan Ahsani