Jawa Pos Radar Madiun - Membeli mobil bekas memang menggoda karena harganya jauh lebih murah dibandingkan unit baru.
Namun, jika mobil tersebut punya riwayat kecelakaan atau tabrakan, kamu perlu berpikir dua kali. Kerusakan tersembunyi dari mobil bekas tabrakan bisa menimbulkan masalah serius di kemudian hari.
Meski bodi luar terlihat sudah diperbaiki, bagian dalam mobil seperti mesin, sistem elektronik, hingga fitur keselamatan bisa jadi sudah tidak berfungsi optimal.
Berikut lima risiko utama membeli mobil bekas tabrakan yang perlu kamu waspadai:
1. Mesin Bisa Rusak Parah
Benturan keras dapat memengaruhi transmisi, sistem pembakaran, atau bahkan rangka mesin. Akibatnya, mobil kehilangan performa dan bisa membahayakan keselamatan. Biaya perbaikannya pun tidak murah.
2. Sistem Elektronik Rentan Error
Sensor gerak, sistem ABS, kamera parkir, hingga panel instrumen bisa rusak karena benturan.
Kerusakan ini kadang tidak langsung terlihat, tapi berdampak besar pada kenyamanan dan keamanan berkendara.
3. Bodi dan Rangka Tidak Sejajar
Kerusakan bodi akibat tabrakan memang bisa diperbaiki, tapi struktur rangka yang bengkok atau tidak sejajar bisa mengganggu kestabilan mobil saat dikendarai. Ini juga bisa mempersulit proses spooring dan balancing.
4. Fitur Keselamatan Tidak Lagi Optimal
Airbag yang pernah mengembang mungkin tidak bisa aktif lagi. Struktur rangka juga bisa melemah, sehingga proteksi saat terjadi tabrakan ulang jadi lebih rendah. Ini berbahaya, terutama saat kamu mengemudi dalam kecepatan tinggi.
5. Nilai Jual Anjlok
Mobil bekas tabrakan umumnya memiliki reputasi kurang baik di pasar. Meski sudah diperbaiki, pembeli cenderung ragu dan menawar lebih rendah. Alhasil, nilai jual kembalinya jauh lebih rendah dibanding mobil sejenis tanpa riwayat kecelakaan. (cor)
Editor : Andi Chorniawan