Jawa Pos Radar Madiun – Mencari bahan bonsai dari alam liar tidak hanya hemat biaya, tetapi juga memberikan tantangan artistik tersendiri bagi para penggemar bonsai.
Banyak tanaman yang tumbuh liar di sekitar kita, seperti pekarangan, pinggir jalan, dan hutan tropis, ternyata memiliki potensi besar untuk dibentuk menjadi bonsai indah bernilai tinggi.
Berikut 6 tanaman liar terbaik yang cocok dijadikan bonsai, lengkap dengan karakteristik dan kelebihannya.
1. Waru (Hibiscus tiliaceus)
Waru adalah tanaman liar yang banyak ditemukan di kawasan pantai dan tepi sungai. Batangnya kokoh dan cepat tumbuh, serta memiliki daun lebar berbentuk hati.
Kelebihan: Mudah tumbuh, fleksibel saat dibentuk, dan cepat membesar.
Cocok untuk: Bonsai medium hingga besar bergaya tropis natural.
2. Beringin (Ficus microcarpa)
Beringin merupakan ikon bonsai Indonesia. Tumbuh liar di taman kota dan pekarangan, tanaman ini memiliki daya tahan tinggi dan bentuk akar unik.
Kelebihan: Akar menjuntai, tahan cuaca ekstrem, mudah hidup kembali.
Cocok untuk: Bonsai besar bergaya formal atau informal upright.
3. Serut (Ficus benjamina)
Serut banyak tumbuh di hutan sekunder atau pinggir ladang. Tanaman ini memiliki cabang rapat dan tekstur batang kasar yang memberikan kesan tua.
Kelebihan: Daunnya kecil dan lebat, batang mudah dibentuk, tekstur eksotik.
Cocok untuk: Gaya bonsai natural dan multi-batang.
4. Kacapiring (Gardenia augusta)
Tanaman ini banyak tumbuh liar di pekarangan rumah. Dikenal karena bunga putihnya yang harum, kacapiring cocok untuk bonsai berbunga.
Kelebihan: Wangi alami, daun mengilap, dan tumbuh rapat.
Cocok untuk: Gaya semi-formal dengan daya tarik aroma.
5. Hokianti (Lantana camara)
Meski sering dianggap gulma, hokianti punya potensi besar untuk bonsai mini karena rajin berbunga dan tahan kekeringan.
Kelebihan: Warna bunga bervariasi, tahan banting, mudah tumbuh.
Cocok untuk: Bonsai mini berbunga dengan pot kecil dan warna cerah.
6. Sancang (Premna microphylla)
Sancang populer di kalangan bonsaika karena daunnya sangat kecil dan aromatik. Umumnya tumbuh di lereng bukit, hutan, dan semak liar.
Kelebihan: Daun mikro, aromanya unik saat dipangkas, responsif dibentuk.
Cocok untuk: Bonsai kecil dengan teknik jin dan shari (kulit batang dikupas).
Tips Aman Mengambil Tanaman Liar untuk Bonsai
Sebelum menggali tanaman liar, pastikan Anda:
Punya izin jika mengambil dari area publik, taman, atau hutan lindung.
Memilih tanaman sehat, bebas hama dan penyakit.
Menggali dengan hati-hati agar sistem akar tidak rusak.
Karantina terlebih dahulu selama beberapa minggu sebelum ditanam di pot bonsai. (dew/cor)
Editor : Andi Chorniawan