Jawa Pos Radar Madiun – Di balik kesederhanaan dapur pedesaan, tersimpan kekayaan rasa yang tak lekang oleh waktu.
Salah satunya oblok tempe teri daun so, sajian khas yang mengandalkan bahan-bahan lokal seperti tempe fermentasi alami, teri asin gurih, dan daun so (melinjo muda) yang khas dengan rasa sedikit pahit.
Oblok bukan hanya soal rasa, tetapi juga filosofi hidup masyarakat desa: sederhana, hangat, dan penuh kebersamaan.
Proses memasaknya memang mudah, namun memerlukan ketelatenan agar gurih santan, asin teri, lembut tempe, dan pahit daun so berpadu sempurna.
Aroma santan dan rempah yang menguar dari dapur membawa nuansa nostalgia—mengingatkan pada masakan ibu atau nenek di masa kecil.
Daun so sendiri memberi sentuhan rasa unik sekaligus manfaat kesehatan, karena kaya antioksidan dan serat.
1 papan tempe, potong dadu kecil
50 gram teri medan, cuci dan goreng sebentar
1 genggam daun so muda, siangi
400 ml santan sedang
2 lembar daun salam
1 batang serai, memarkan
Bumbu Halus:
5 siung bawang merah
3 siung bawang putih
3 butir kemiri
1 ruas kencur
1/2 sdt ketumbar
Garam dan gula secukupnya
Cara Membuat
1. Tumis bumbu halus bersama daun salam dan serai hingga harum.
2. Masukkan tempe dan teri, aduk rata hingga bumbu meresap.
3. Tuang santan, aduk perlahan agar santan tidak pecah.
4. Masukkan daun so, masak hingga layu dan kuah mendidih.
5. Koreksi rasa, sajikan hangat bersama nasi dan sambal. (afi/cor)
Editor : Andi Chorniawan