Jawa Pos Radar Madiun – Kepercayaan bahwa cicak jatuh di tubuh membawa sial masih banyak diyakini masyarakat Indonesia.
Akar mitos ini berasal dari primbon Jawa serta budaya Hindu kuno yang kerap mengaitkan cicak dengan pertanda buruk.
Namun, secara ilmiah, cicak jatuh hanyalah akibat kehilangan cengkeraman ketika merayap di dinding atau langit-langit rumah.
Baca Juga: Benarkah Suara Burung Hantu di Malam Hari Jadi Tanda Kematian? Ini Fakta Ilmiahnya
Mitos dan Tafsir Primbon tentang Cicak Jatuh
Dalam primbon Jawa, posisi jatuhnya cicak di tubuh seseorang sering ditafsirkan sebagai tanda tertentu. Beberapa kepercayaan yang populer antara lain:
Cicak jatuh di kepala: dianggap pertanda masalah besar.
Cicak jatuh di bahu: diyakini sebagai simbol beban berat yang akan dialami.
Cicak jatuh di tangan: ditafsirkan bisa berarti rezeki atau kabar buruk, tergantung sisi tangan yang terkena.
Cicak jatuh di kaki: sering diartikan sebagai pertanda akan melakukan perjalanan jauh.
Meski dipercaya turun-temurun, tafsir ini lebih bersifat budaya dan tradisi lisan, bukan fakta ilmiah.
Penjelasan Ilmiah tentang Cicak Jatuh
Secara sains, cicak bisa merayap berkat bantalan khusus di telapak kakinya. Namun, faktor kelelahan, licin, atau kesalahan cengkeram membuat cicak terjatuh.
Jadi, jika cicak jatuh tepat ke tubuh seseorang, itu hanyalah fenomena alam biasa, tanpa kaitan dengan kesialan.
Pandangan Islam Tentang Mitos Cicak Jatuh
Dalam Islam, menganggap cicak jatuh sebagai pertanda sial masuk kategori takhayul.
Segala kejadian di dunia terjadi karena ketetapan Allah SWT, bukan karena pertanda dari hewan.
Umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak doa, membaca Ayat Kursi atau Surah Al-Falaq, serta bertawakal. Dengan begitu, keimanan tidak terganggu oleh mitos. (cor)
Editor : Andi Chorniawan