Jawa Pos Radar Madiun - Janaka, lebih dikenal sebagai Arjuna, adalah tokoh utama dalam epos Mahabharata dan wayang kulit Jawa.
Dia merupakan putra ketiga Pandu sekaligus anggota Pandawa. Serta, seorang ksatria yang dikenal karena kesaktian, ketampanan, ketenangan, dan kepiawaiannya memanah.
Dalam pakem pedalangan Jawa, Arjuna adalah simbol keteguhan batin, kesalehan, dan kejernihan pikir.
SILSILAH LENGKAP JANAKA (ARJUNA)
Garis Keturunan
Ayah : Prabu Pandu Dewanata.
Ibu : Dewi Kunti (Pritha).
Ayah Spiritual : Batara Indra.
Kakek : (dari ibu) Prabu Surasena (Mandura).
Nenek : Dewi Marwati.
Paman : Kresna, Baladewa.
Saudara Kandung :
Yudhistira (Puntadewa)
Bima (Werkudara)
Saudara Ibu Lain Ayah (Madras) :
Nakula
Sadewa
Beberapa Istri Arjuna dalam Wayang Jawa
Dewi Subadra (adik Kresna)
Dewi Srikandhi
Dewi Larasati
Dewi Ulupi
Dewi Citrangga
Dewi Manuhara
Anak-Anak Arjuna
Abimanyu (dari Subadra, pewaris Pandawa)
Iravan
Bambang Irawan
Raden Wisanggeni (tokoh khas wayang Jawa, tidak ada dalam versi India)
Pergiwa – Pergiwati
PROFIL LENGKAP ARJUNA (JANAKA)
1. Gelar, Nama Lain, dan Identitas
Dalam wayang Jawa, Arjuna memiliki banyak gelar dan sebutan:
Janaka
Parta
Margana
Dananjaya
Palguna
Kresna Parta
Nama-nama tersebut merujuk pada perubahan watak dan tugas yang diembannya.
2. Kepribadian dan Ciri Watak
Arjuna digambarkan sebagai ksatria yang:
Halus, lembut, teliti, dan penuh pertimbangan.
Memiliki laku spiritual tinggi.
Pandai meredam emosi dan mengutamakan kesabaran.
Wibawanya tidak berasal dari kekuatan fisik seperti Bima, tetapi dari kebijaksanaan dan ketenangan jiwa.
3. Kesaktian dan Keahlian
Arjuna dikenal sebagai:
Pemilik panah sakti Pasopati, pemberian Batara Guru.
Ahli perang jarak dekat dan jauh.
Murid kesayangan Resi Durna.
Pejuang yang selalu menang dalam ujian ketangkasan ksatria.
Tokoh yang mencapai kesempurnaan laku tapa di banyak versi kitab pedalangan.
4. Peran Penting dalam Kisah Mahabharata Jawa
Arjuna memiliki peran besar dalam sejumlah episode penting:
• Sayembara Dewi Draupadi
Arjuna menaklukkan ujian memanah yang mustahil dan memenangkan Draupadi.
• Laku Tapa di Indrakila
Mendapatkan ajian sakti Pasopati setelah bersemadi melawan para raksasa dan dewa penguji.
• Perang Bharatayuda
Arjuna adalah tumpuan Pandawa dalam mengalahkan banyak ksatria besar, termasuk:
Bisma
Karna (saudara seayahnya yang tidak ia kenal)
Jayadrata
Di medan Kurusetra, Arjuna digambarkan sebagai senapati ruhani, berperang atas dasar dharma, bukan ambisi.
Arjuna dalam Pakem Wayang Kulit Jawa
Dalam gaya Jawa, Arjuna digambarkan:
Bodine lirang (ramping)
Rai manis alus
Tatapan mata lirih namun tajam
Sikap tubuh semampai, simbol kesempurnaan batin
Gendhing khas: Ayak-Ayak Alus, Gambuh, Ketawang Arjuna Manggala
Arjuna melambangkan filosofi:
Satriya Winisudha (kesatria suci)
Tri Kaya: pikir, ucapan, tindakan yang selaras
Ratri penuntun cahya—gelap menuju terang
Makna Filosofis Arjuna bagi Masyarakat Jawa. Arjuna sering dijadikan simbol:
Keselarasan antara kekuatan dan kejernihan batin
Teladan kepemimpinan yang tidak pongah
Perjuangan menundukkan diri sendiri sebelum mengalahkan musuh
Arjuna dipercaya sebagai perwujudan watak paling ideal menurut falsafah Jawa:
“Menang tanpa ngasorake, luhur tanpa duwur, halus tanpa pamrih”. (den)
Editor : Deni Kurniawan