Jawa Pos Radar Madiun - Mengajarkan anak untuk terbiasa mengucapkan kata “tolong” adalah bagian penting dalam membentuk karakter dan etika kesopanan sejak dini.
Kebiasaan ini tidak muncul begitu saja, tetapi perlu dilatih melalui contoh, pembiasaan, dan komunikasi yang positif.
Ketika anak mampu meminta bantuan dengan sopan, mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang beretika, menghargai orang lain, serta memiliki kemampuan sosial yang baik.
Berikut langkah-langkah efektif agar anak terbiasa mengucapkan “tolong” dalam kehidupan sehari-hari.
1. Berikan Teladan yang Baik
Anak belajar paling cepat melalui contoh langsung. Gunakan kata “tolong” setiap kali kamu meminta sesuatu kepada anak. Semakin sering anak mendengar, semakin mudah ia meniru.
Contoh kalimat:
“Tolong ambilkan gelas ya, Nak.”
“Tolong matikan TV sebentar.”
2. Ingatkan dengan Lembut, Jangan Memarahi
Ketika anak meminta tanpa kata “tolong”, cukup beri pengingat lembut. Cara lembut membuat anak belajar tanpa merasa disalahkan.
Contoh:
“Kalau minta bantuan, bilang apa dulu?”
“Ayo pakai kata ‘tolong’ ya.”
3. Berikan Respon Positif Saat Anak Mengucapkannya
Setiap ucapan “tolong” harus dihargai. Pujian memperkuat kebiasaan positif.
Contoh pujian:
“Wah, bagus! Kamu sopan sekali.”
“Mama senang kamu minta dengan baik.”
4. Gunakan Permainan atau Role Play
Belajar sambil bermain membuat anak cepat menangkap. Ide role play antara lain bermain dokter-dokteran, masak-masakan, atau bermain toko.
Dialog contoh:
“Dokter, tolong periksa saya.”
“Tolong antar belanjaannya ya.”
5. Buat Aturan Rumah yang Sederhana
Tetapkan aturan keluarga bahwa semua permintaan harus disampaikan dengan sopan. Aturan sederhana membuat kebiasaan mudah dibangun.
Contoh aturan:
“Kalau ingin dibantu, gunakan kata ‘tolong’.”
“Bicaralah dengan sopan saat meminta sesuatu.”
6. Latih dengan Mengulang Kalimat Anak
Jika anak memerintah tanpa sopan, ulangi kalimatnya dengan versi benar. Ini membuat anak memahami struktur kalimat yang benar.
Contoh:
Anak: “Ambilin mainanku!”
Orang tua: “Coba bilang: Tolong ambilin mainanku.”
7. Gunakan Cerita atau Buku Bergambar
Buku tentang kesopanan membantu anak belajar melalui tokoh cerita. Diskusi ringan menambah pemahaman anak.
Setelah membaca, tanyakan:
“Kalau dia mau minta, harus bilang apa?”
“Kalau kamu, ngomongnya bagaimana?” (cor)
Editor : Andi Chorniawan