Jawa Pos Radar Madiun – Pasar kamera mirrorless kelas menengah kembali menjadi buruan fotografer pemula hingga kreator konten yang membutuhkan perangkat ringkas dengan performa tinggi.
Sensor APS-C masih menjadi pilihan ideal karena mampu menghasilkan gambar tajam, autofokus cepat, dan bodi yang lebih portabel tanpa menguras anggaran.
Berikut lima rekomendasi kamera mirrorless ekonomis di bawah Rp15 jutaan yang menawarkan fitur unggulan di kelasnya.
1. Sony Alpha A6400
Sony A6400 menjadi salah satu kamera paling fleksibel di segmentasi APS-C. Sensor 24,2 MP dan sistem autofocus cepat membuatnya ideal untuk foto maupun video, termasuk vlogging.
Harga pasarannya berada di kisaran Rp10.999.000 (body only) hingga Rp13.199.000 (kit lens).
2. Canon EOS M50
Canon EOS M50 masih menjadi favorit kreator pemula berkat harga bersahabat dan fitur yang memadai.
Kamera ini menawarkan perekaman 4K, layar sentuh vari-angle, serta bodi ringan sehingga mudah dibawa bepergian. Harga kamera ini berada di bawah Rp10 juta.
3. Fujifilm X-M5
Diluncurkan pada November 2024, Fujifilm X-M5 hadir sebagai kamera ringkas berperforma tinggi.
Sensor APS-C dengan tone warna khas Fujifilm membuatnya diminati penghobi dan konten kreator. Harga berkisar Rp14 juta untuk body only dan sekitar Rp15 juta untuk paket kit lens.
4. Canon EOS R50
Canon EOS R50 membawa sensor 24,2 MP dengan autofocus canggih dan kemampuan perekaman 4K yang tajam.
Desainnya ringkas dan modern, menjadikannya opsi ideal bagi pengguna yang ingin naik kelas. Harga pasarannya berada di kisaran Rp11–13 jutaan.
5. Nikon Z50 II
Nikon Z50 II yang diumumkan pada 7 November 2024 menjadi penerus Z50 dengan peningkatan prosesor EXPEED 7, sensor 20,9 MP, burst hingga 30 fps, serta dukungan video HLG.
Harganya berada di kisaran Rp12–13 juta untuk versi body only.
Deretan kamera tersebut menunjukkan persaingan perangkat fotografi kelas menengah semakin kompetitif.
Dengan harga yang masih terjangkau, pengguna bisa mendapatkan kualitas foto dan video yang mumpuni untuk kebutuhan hobi hingga produksi konten digital. (gas)
Editor : Ockta Prana Lagawira