Jawa Pos Radar Madiun - DJI masih menjadi standar emas di dunia drone hingga penghujung 2025.
Keunggulan kamera, kestabilan terbang, fitur keselamatan, serta ekosistem perangkat lunak yang matang membuat drone DJI digunakan oleh berbagai kalangan.
Mulai dari kreator konten pemula, fotografer profesional, hingga sektor industri dan pemetaan presisi tinggi.
Dengan bobot di bawah 249 gram, drone ini lebih ramah regulasi dan mudah dibawa ke mana saja.
Meski kecil, kemampuannya sangat lengkap. Kamera 4K, sistem obstacle avoidance, ActiveTrack, serta mode otomatis membuat Mini 4 Pro ideal untuk konten media sosial, traveling, dan daily vlog udara.
2. DJI Air 3S
Hadir untuk kreator yang ingin kualitas visual lebih fleksibel. Sistem kamera gandanya menggabungkan sensor utama 1 inci dan lensa tele 70mm memberi kebebasan komposisi yang lebih luas.
Ditambah waktu terbang hingga 45 menit dan fitur pelacakan cerdas, Air 3S cocok untuk kreator menengah yang ingin hasil lebih sinematik tanpa harus naik ke kelas Mavic.
3. DJI Air 2S
Sensor 1 inci dan kemampuan video hingga 5.4K membuatnya tetap relevan untuk fotografer udara yang menginginkan kualitas tinggi dalam bodi yang relatif ringkas.
4. DJI Mavic 3 Pro
Favorit fotografer dan videografer profesional. Drone ini mengusung sistem tiga kamera Hasselblad yang mencakup lensa wide, medium tele, dan tele.
Reproduksi warna yang akurat, detail foto tinggi, serta fleksibilitas focal length menjadikannya andalan untuk pekerjaan komersial, pariwisata premium, hingga dokumentasi profesional.
5. DJI Inspire 3
Hadir sebagai drone flagship untuk produksi film dan iklan kelas atas. Mendukung perekaman hingga resolusi 8K dengan sistem kamera profesional, Inspire 3 dirancang untuk kebutuhan sinematografi serius.
Drone ini banyak digunakan dalam produksi film, serial, hingga iklan skala besar.
6. DJI Matrice 350 RTK
Salah satu drone industri terbaik 2025. Drone ini dirancang untuk pemetaan, survei, inspeksi infrastruktur, dan kebutuhan teknis lainnya.
Akurasi RTK tinggi, ketahanan cuaca IP55, serta dukungan payload seperti LiDAR dan kamera P1 menjadikannya standar di dunia industri dan proyek skala besar.
7. DJI Avata 2
Menawarkan pengalaman FPV imersif dengan desain ringkas dan sistem stabilisasi yang baik. Drone ini cocok untuk pengguna yang ingin sensasi FPV tanpa harus membangun drone secara manual.
8. DJI Neo
Hadir sebagai opsi FPV entry-level. Lebih ringan dan terjangkau, DJI Neo cocok untuk pemula yang ingin mengenal dunia FPV DJI dengan kontrol yang lebih sederhana. (cor)
Editor : Andi Chorniawan