Jawa Pos Radar Madiun - Antusiasme bertemu keluarga di kampung halaman seringkali membuat pengemudi nekat memacu kendaraan berjam-jam tanpa henti.
Padahal, memaksakan diri di balik kemudi saat mudik Lebaran adalah keputusan yang sangat berisiko.
Mengetahui batas kemampuan tubuh bukan lagi sekadar tips, melainkan kewajiban demi keselamatan nyawa.
Baca Juga: Agar Mudik Aman dan Nyaman, Ini 8 Hal Penting yang Perlu Diperhatikan oleh Pemudik Motor
Batas Maksimal 4 Jam, kenapa Harus Berhenti?
Secara medis dan keamanan berkendara, durasi ideal mengemudi adalah maksimal 4 jam berturut-turut.
Setelah melewati ambang batas ini, konsentrasi manusia cenderung menurun drastis.
Pengemudi wajib beristirahat minimal 30 menit sebelum melanjutkan perjalanan.
Istirahat bukan hanya soal memejamkan mata, tapi memberikan waktu bagi otak dan otot untuk memulihkan fokus.
Baca Juga: Cek Kendaraan Sebelum Mudik Lebaran, Ini 7 Komponen Penting yang Wajib Diperiksa
Ancaman Nyata Microsleep
Memaksakan mengemudi tanpa jeda dalam waktu lama dapat memicu microsleep, kondisi di mana seseorang tertidur selama beberapa detik tanpa disadari.
Dalam kecepatan tinggi, kehilangan kesadaran selama 2 detik saja sudah cukup untuk menyebabkan kecelakaan fatal.
Selain risiko kecelakaan, duduk terlalu lama juga memicu gangguan sirkulasi darah, nyeri punggung kronis, hingga ketegangan otot yang menghambat reaksi refleks saat menghadapi situasi darurat di jalan.
Baca Juga: Kapok! Gara-Gara MBG Menu Kelapa Utuh, BGN Suspend 9 SPPG di Gresik
Tips Perjalanan Aman: Tetap Fokus Hingga Tujuan
Agar perjalanan mudik Anda tetap nyaman dan sampai dengan selamat, terapkan langkah-langkah berikut:
-
Disiplin Istirahat: Jangan tunggu lelah untuk berhenti. Jadwalkan berhenti di rest area setiap 3–4 jam sekali.
-
Sistem Shift: Jika memungkinkan, ajak kerabat yang bisa menyetir untuk bergantian posisi agar Anda bisa tidur berkualitas.
-
Hindari Jam Rawan: Usahakan tidak berkendara pada dini hari (pukul 01.00 - 04.00) karena pada waktu tersebut jam biologis tubuh berada di titik terendah untuk terjaga.
-
Peregangan Aktif: Saat di rest area, jangan hanya duduk. Berjalanlah sebentar dan lakukan peregangan ringan untuk melancarkan aliran oksigen ke otak.
-
Perhatikan Sinyal Tubuh: Jika mata mulai perih, sering menguap, atau sulit menjaga mobil tetap di jalurnya, segera menepi. Kopi tidak bisa menggantikan waktu tidur.
Ingat, keluarga menunggu Anda di rumah dalam kondisi sehat, bukan sekadar cepat sampai. (dce/naz)
Editor : Mizan Ahsani