7 Mitos Kekurangan Mobil Matic yang Masih Dipercaya, Benarkah Pasti Boros BBM?

Yunita Tri Desianti • Dipublikasikan Selasa, 24 Maret 2026 | 14:08 WIB
Ilustrasi seseorang mengemudikan mobil matic.
Ilustrasi seseorang mengemudikan mobil matic.

Jawa Pos Radar Madiun - Mobil matic sering kali dianggap boros bensin, tarikan loyo, hingga perawatannya bikin kantong jebol.

Padahal, sebagian besar anggapan tersebut hanyalah mitos lama yang sudah tidak relevan dengan kondisi teknologi otomotif saat ini.

Pabrikan mobil kini menghadirkan transmisi otomatis yang lebih efisien, responsif, dan tahan lama.

Tapi sayangnya, masih banyak pengemudi terjebak informasi keliru soal mobil matic. Berikut 8 mitos yang sebaiknya kamu buang jauh-jauh.

1. Boros Bahan Bakar

Dulu memang benar, tapi sekarang tidak lagi. Mobil matic modern sudah dibekali injeksi pintar, sensor canggih, dan ECU hemat BBM.

Bahkan, ada MPV matic yang tembus konsumsi 1:12 km/liter. Jika pengemudi manual terbiasa “ngebut” di RPM tinggi, justru lebih boros dibanding matic.

2. Perawatan Selalu Mahal

Biaya perawatan matic tak jauh beda dengan manual jika sesuai rekomendasi pabrikan: rutin ganti oli transmisi, cek pendingin, dan bersihkan filter.

Memang, kalau rusak biayanya besar. Tapi umumnya kerusakan terjadi karena lalai perawatan, bukan bawaan sistemnya.

Baca Juga: Rekomendasi Resep Makan Siang: Lele Goreng Kriuk dan Sambal Kemangi yang Pedas Wangi

3. Tidak Boleh Diderek

Boleh, asalkan sesuai prosedur. Jika mobil berpenggerak roda depan, roda depan harus diangkat.

Begitu juga sebaliknya untuk penggerak belakang. Pastikan transmisi di posisi N dan mesin mati agar aman dari kerusakan katup transmisi.

4. Tidak Aman Memanaskan Mesin di Posisi P

Faktanya, posisi P atau N justru aman untuk memanaskan mesin karena oli tetap bersirkulasi.

Posisi P lebih disarankan demi keamanan. Yang keliru adalah memanaskan sambil menginjak gas berlebihan—itu tidak membuat mesin lebih cepat panas.

5. Kampas Cepat Aus Saat Macet di Posisi D

Anggapan ini salah. Sistem matic modern sudah dirancang menahan kondisi macet tanpa gesekan berlebih. Selama pedal rem diinjak, kampas tidak cepat aus. Jadi, boleh pilih posisi transmisi sesuai kenyamanan.

6. Tarikan Lemot

Banyak yang bilang matic kalah cepat dibanding manual. Nyatanya, teknologi dual clutch mampu membuat perpindahan gigi sehalus sekaligus secepat manual. Akselerasi terasa responsif tanpa jeda panjang.

7. Cepat Rusak Kalau Terendam Banjir

Risiko rusak sama saja antara manual dan matic. Komponen matic modern cukup tahan air, tapi tetap saja genangan banjir terlalu dalam bisa merusak kelistrikan.

Jadi, hindari menerobos banjir, apa pun jenis transmisi yang kamu gunakan. 

Mobil matic masa kini sudah terbukti lebih praktis, efisien, dan tak lagi boros. Jadi, kalau kamu masih percaya mitos-mitos di atas, sekarang saatnya buang jauh-jauh.

Editor : Mizan Ahsani
boros bahan bakar mobil matic mobil manual Mesin BBM murah