Jawa Pos Radar Madiun – Di tengah gempuran chip seri M4 dan M5 yang baru saja meluncur, pertanyaan mengenai relevansi MacBook Pro M1 di tahun 2026 sering kali muncul. Laptop yang sempat merevolusi industri pada peluncurannya ini kini telah memasuki usia penggunaan tahun kelima bagi banyak pemilik pertamanya.
Baca Juga: Fitur AirDrop Hadir di Samsung S26, Bisa Kirim File ke iPhone Tanpa Aplikasi
Namun, berdasarkan pantauan pasar dan pengujian dunia nyata di medio Maret 2026, MacBook Pro M1 ternyata masih memegang predikat sebagai salah satu laptop Apple dengan value for money terbaik. Berikut adalah analisis mendalam mengapa perangkat ini masih layak atau tidak untuk Anda pinang saat ini:
1. Performa Chip M1 yang "Napasnya Panjang"
Arsitektur Apple Silicon pertama ini terbukti sangat tangguh. Di tahun 2026, penggunaan untuk tugas-tugas harian seperti manajemen dokumen (Google Docs/Sheets), meeting online (Zoom/Meet), hingga desain grafis ringan di Canva atau Photoshop masih terasa sangat responsif. Bahkan untuk coding ringan dan manajemen media sosial, efisiensi RAM-nya masih lebih unggul dibandingkan banyak laptop Windows keluaran terbaru di kelas harga yang sama.
2. Dukungan macOS Tahoe (Versi 2026)
Kabar baiknya, Apple masih memberikan dukungan penuh untuk macOS versi terbaru, yakni macOS 26 Tahoe, pada seluruh lini chip seri M. Ini berarti MacBook Pro M1 Anda masih mendapatkan fitur-fitur terbaru, optimasi baterai, dan yang terpenting, pembaruan keamanan. Dukungan sistem operasi ini diprediksi masih akan berlanjut setidaknya hingga 2027 atau 2028.
3. Harga Bekas yang Makin Menggiurkan
Harga menjadi faktor penentu utama. Di pasar barang bekas (second) per Maret 2026, MacBook Pro M1 13 inci (2020) kini bisa didapatkan mulai dari Rp 8,8 jutaan hingga Rp 11 jutaan tergantung kondisi dan kapasitas penyimpanan. Untuk varian 14 inci (2021) dengan chip M1 Pro yang memiliki layar Liquid Retina XDR 120Hz, harganya kini berada di kisaran Rp 15-18 jutaan, menjadikannya "sweet spot" bagi para kreator konten.
4. Kapan Anda Harus Melewatkannya?
Meski masih sangat oke, MacBook Pro M1 mulai menunjukkan keterbatasan untuk beban kerja ekstrem. Jika pekerjaan utama Anda melibatkan rendering video 8K, desain 3D berat, atau pemrosesan AI generatif lokal yang intens, beralih ke seri macbook pro m5 atau minimal M3 Pro adalah investasi yang lebih bijak.
Kesimpulan:
MacBook Pro M1 masih sangat worth it di 2026 bagi mahasiswa, penulis, pengembang web, dan pekerja kantoran yang mencari laptop stabil, baterai awet (bisa tahan 15-18 jam), dan layar berkualitas tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.
MacBook pro m1 pro 14 inch menawarkan keseimbangan sempurna antara performa profesional dan harga yang sudah jauh lebih terjangkau dibandingkan saat awal rilis. Layar XDR-nya masih salah satu yang terbaik untuk urusan akurasi warna di tahun 2026.
Opsi lain yang lebih ekonomis untuk mobilitas tinggi adalah varian 13 inci yang tetap memberikan performa konsisten untuk tugas-tugas administratif dan edukasi. (*)
* Muhammad Almaz Firza Sasongko, mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura.
Editor : Mizan Ahsani