Review Xiaomi Pad 7, Tablet Rp 5 Jutaan yang Layak Disebut All Rounder Terbaik
Elin Restiyani• Senin, 30 Maret 2026 | 11:02 WIB
Ilustrasi Xiaomi Pad 7. (Gizmochina)
Jawa Pos Radar Madiun - Xiaomi akhirnya kembali meramaikan pasar tablet kelas menengah lewat Xiaomi Pad 7.
Tablet ini hadir di kisaran harga Rp 5,5 jutaan dan langsung menarik perhatian karena menawarkan kombinasi layar tajam, performa kencang, baterai besar, serta fitur produktivitas yang makin matang.
Di kelas harganya, Xiaomi Pad 7 terlihat bukan sekadar tablet hiburan. Perangkat ini juga diarahkan menjadi teman kerja yang cukup serius, apalagi dengan dukungan aksesori keyboard dan stylus.
Meski begitu, tetap ada beberapa catatan yang perlu diperhatikan sebelum memutuskan membelinya.
Layar 3,2K
Salah satu nilai jual paling menonjol dari Xiaomi Pad 7 ada di sektor layar.
Tablet ini membawa panel IPS LCD 11,2 inci dengan rasio 3:2 dan resolusi 3,2K atau 2136 x 3200 piksel.
Ukuran yang lebih luas dan rasio yang lebih “kotak” membuat area kerja terasa lega, terutama saat membuka dua aplikasi sekaligus.
Untuk aktivitas hiburan, kualitas layarnya juga sangat memadai. Tampilan terlihat tajam, warna cukup kaya berkat dukungan DCI-P3, dan visual terasa lebih hidup dengan Dolby Vision.
Kecerahan hingga 800 nit juga membuat layar tetap nyaman dipakai di luar ruangan.
Xiaomi juga memberi perhatian pada kenyamanan mata. Tablet ini sudah membawa fitur DC dimming, sensor suhu warna sekitar, dan sertifikasi TÜV Rheinland untuk cahaya biru rendah serta bebas kedip.
Hasilnya, layar terasa lebih nyaman saat dipakai lama, baik untuk membaca, bekerja, atau menonton.
Refresh rate 144Hz di atas kertas memang terdengar sangat menarik. Namun dalam penggunaan nyata, angka tertinggi yang paling sering muncul justru berada di 120Hz.
Meski begitu, pengalaman scrolling, animasi, dan perpindahan antarmuka tetap terasa halus.
Jika Xiaomi Pad 7 dipakai untuk hiburan, sektor audio menjadi salah satu alasan kenapa tablet ini terasa istimewa.
Xiaomi menyematkan empat speaker stereo omnidirectional yang dipadukan dengan teknologi Dolby Atmos.
Hasil suaranya terasa lantang, tebal, dan cukup detail untuk kelas tablet menengah.
Menonton film, streaming YouTube, atau mendengarkan musik jadi jauh lebih menyenangkan karena suara terdengar seimbang baik saat tablet digunakan dalam posisi landscape maupun portrait.
Xiaomi memang menyediakan fitur peningkatan volume hingga 200 persen. Namun, ketika dipaksa melewati level normal, kualitas detail suaranya mulai berkurang. Karena itu, fitur tersebut lebih cocok dipakai sesekali saat kondisi darurat.
Satu kekurangan kecilnya, Xiaomi Pad 7 tidak lagi menyediakan port audio jack 3,5 mm. Jadi, pengguna harus beralih ke TWS, headset USB-C, atau memakai adaptor tambahan.
HyperOS 2
Xiaomi Pad 7 langsung menjalankan HyperOS 2 berbasis Android 15. Ini menjadi poin plus karena pengguna mendapatkan sistem yang lebih baru dan pengalaman multitasking yang lebih matang.
Tablet ini mendukung split screen, floating window, hingga kemampuan memantau beberapa aplikasi sekaligus dalam satu layar.
Berkat rasio layar 3:2, fitur-fitur multitasking tersebut terasa lebih relevan dan nyaman dipakai daripada tablet dengan rasio layar yang lebih memanjang.
Xiaomi juga menyertakan Workstation Mode yang membuat pengalaman penggunaan terasa lebih mirip PC. Bagi pengguna yang ingin memakai tablet untuk mengetik, membuka dokumen, sambil sesekali membalas pesan atau mengecek referensi, fitur ini sangat membantu.
Hal menarik lain, HyperOS 2 di Xiaomi Pad 7 terasa lebih bersih. Iklan yang biasanya jadi keluhan di beberapa perangkat Xiaomi nyaris tidak terasa di sini. Bloatware juga minim, sehingga pengalaman penggunaan terasa lebih rapi.
Xiaomi HyperAI
Di luar multitasking, Xiaomi Pad 7 juga dibekali Xiaomi HyperAI. Fitur ini menjadi salah satu pembeda yang memperlihatkan bahwa tablet ini ingin tampil lebih modern dan produktif.
Ada integrasi Gemini Overlay, Gemini Live, hingga fitur yang memudahkan koneksi dengan aplikasi Google lainnya.
Untuk pengguna kreatif, Xiaomi juga membawa fitur Xiaomi Creation yang bisa mengubah sketsa kasar menjadi visual yang lebih menarik.
Memang, fitur AI seperti ini belum selalu jadi alasan utama orang membeli tablet. Tetapi kehadirannya tetap memberi nilai tambah, terutama bagi pengguna yang ingin perangkat lebih fleksibel untuk kerja dan kreasi ringan.
Snapdragon 7+ Gen 3
Dari sisi performa, Xiaomi Pad 7 mengalami lonjakan yang cukup besar. Tablet ini ditenagai Snapdragon 7+ Gen 3, chipset kelas menengah atas yang performanya sudah mendekati kelas flagship.
Untuk aktivitas harian, performanya jelas lebih dari cukup. Membuka banyak aplikasi, berpindah menu, split screen, hingga menjalankan aplikasi kerja berjalan lancar. Untuk gaming juga sangat menjanjikan.
Game seperti PUBG Mobile dan Genshin Impact bisa dijalankan dengan stabil pada pengaturan tinggi, dengan suhu yang masih relatif aman.
Kapasitas RAM 8GB dan memori internal 256GB juga memberi ruang yang cukup lega untuk penggunaan beberapa tahun ke depan.
Sayangnya, tidak ada slot microSD, sehingga penyimpanan tambahan harus mengandalkan cloud atau manajemen file yang lebih rapi.
Baterai Besar
Xiaomi Pad 7 dibekali baterai 8850mAh. Kapasitas ini membuat tablet sanggup menemani aktivitas seharian, baik untuk bekerja, menonton, atau bermain game.
Dalam penggunaan campuran, daya tahan sekitar 8–9 jam screen-on time masih tergolong baik. Untuk tablet yang punya layar tajam dan performa tinggi, hasil ini sudah cukup meyakinkan.
Pengisian dayanya juga meningkat ke 45W. Meski tidak bisa dibilang super cepat, waktu isi penuh sekitar 1,5 jam masih cukup wajar mengingat kapasitas baterainya besar.
Kamera
Seperti kebanyakan tablet, kamera bukan nilai jual utama Xiaomi Pad 7. Kamera belakang 13MP dan kamera depan 8MP lebih difokuskan untuk kebutuhan fungsional.
Kamera belakang cukup usable untuk memotret dokumen, papan tulis, atau kebutuhan dokumentasi ringan saat siang hari. Kamera depan juga masih oke untuk video call, meeting online, atau kelas daring.
Menariknya, kamera belakang sudah bisa merekam video hingga 4K 30fps, sementara kamera depan mentok di 1080p 30fps. Untuk ukuran tablet, kemampuan ini sudah lebih dari cukup.
Desain Tipis dan Material Metal
Secara desain, Xiaomi Pad 7 tampil sangat rapi. Bodi dan frame berbahan aluminium alloy membuat tablet ini terasa solid sekaligus elegan. Ketebalannya hanya sekitar 6,18 mm, sehingga terlihat tipis dan modern.
Bezel 7 mm di bagian depan juga cukup tipis untuk ukuran tablet, membuat tampilannya terasa premium. Xiaomi juga menyediakan tiga pilihan warna yang aman dan elegan, yakni Green, Blue, dan Gray.
Tablet ini juga mendukung pemasangan stylus secara magnetis dan pengisian daya nirkabel untuk stylus, yang tentu menambah kesan premium sekaligus praktis.
Kekurangan yang Tetap Perlu Diperhatikan
Meski punya banyak kelebihan, Xiaomi Pad 7 bukan tanpa catatan. Dua hal yang cukup disayangkan adalah hilangnya slot microSD dan port audio jack 3,5 mm. Untuk sebagian pengguna, dua fitur ini masih cukup penting.
Tablet ini juga tidak dibekali sensor fingerprint. Sistem keamanan hanya mengandalkan PIN, password, dan face unlock. Face unlock memang praktis, tetapi tidak seaman dan secepat fingerprint.
Selain itu, kalau tujuan utama adalah menggambar serius atau desain dengan stylus, pengalaman di tablet ini masih belum sepenuhnya ideal untuk semua pengguna, apalagi jika tidak memakai stylus resmi yang kompatibel.