Jawa Pos Radar Madiun - Redmi Pad menjadi salah satu tablet murah yang cukup menarik di kelas harga Rp 2–3 jutaan.
Meski dibanderol lebih terjangkau, tablet ini tetap membawa spesifikasi yang kompetitif untuk hiburan, belajar, hingga gaming ringan.
Namun, di balik itu, tetap ada beberapa catatan yang perlu diperhatikan sebelum membeli.
Kelebihan Redmi Pad
1.Performa kencang di kelasnya
Redmi Pad ditenagai chipset MediaTek Helio G99 yang cukup bertenaga untuk multitasking, streaming, hingga bermain game.
Performanya bahkan lebih unggul dibanding beberapa tablet rival di kelas harga serupa.
2. Layar 10,61 inci 2K dengan refresh rate 90 Hz
Layarnya luas, tajam, dan sudah mendukung refresh rate 90 Hz. Ini membuat pengalaman scrolling, menonton, dan bermain game terasa lebih mulus.
3. Empat speaker stereo dengan Dolby Atmos
Sektor audio menjadi salah satu nilai jual utama. Empat speaker stereo membuat suara terdengar lantang dan imersif, cocok untuk hiburan.
4. Baterai 8.000 mAh cukup awet
Kapasitas baterainya besar dan bisa bertahan lama untuk penggunaan harian. Fast charging 18W juga cukup membantu meski belum tergolong sangat cepat.
5. Desain unibody premium
Meski berada di kelas tablet murah, Redmi Pad hadir dengan bodi metal unibody yang membuat tampilannya terasa lebih premium dan solid.
Baca Juga: Redmi Pad SE Murah Berkualitas, Cocok untuk Anak Sekolah
Kekurangan Redmi Pad
1.Fitur multitasking masih terbatas
Meski mendukung split screen dan floating window, kemampuan multitasking Redmi Pad belum semaksimal tablet lain. Varian RAM 3 GB bahkan tidak mendukung split screen secara optimal.
2. Tidak ada jack audio 3,5 mm
Bagi pengguna earphone kabel, absennya port audio 3,5 mm cukup merepotkan karena harus memakai adaptor USB Type-C.
3. Tanpa sensor sidik jari
Redmi Pad hanya mengandalkan Face Unlock dan PIN. Ini terasa kurang praktis untuk sebagian pengguna yang terbiasa dengan fingerprint.
4. Tidak ada varian SIM card atau LTE
Tablet ini hanya tersedia dalam versi WiFi-only. Artinya, pengguna harus bergantung pada WiFi atau tethering dari smartphone saat di luar rumah.
5. Kamera standar, bukan nilai jual utama
Kamera depan ultrawide memang menarik untuk video call, tetapi kualitas kamera secara keseluruhan tetap tergolong biasa saja jika dibanding smartphone di harga serupa.
Editor : Andi Chorniawan