Jawa Pos Radar Madiun - Mobil diesel Isuzu Panther masih memiliki tempat khusus di hati masyarakat Indonesia hingga 2026.
Meski sudah tidak diproduksi lagi, popularitasnya tetap bertahan, terutama di kalangan pengguna yang membutuhkan kendaraan tangguh dan irit bahan bakar.
Salah satu varian yang saat ini masih banyak dicari oleh konsumen adalah Isuzu Panther LS Turbo.
Mobil ini dikenal sebagai “kendaraan dinas sejuta umat” karena dulu banyak digunakan oleh instansi pemerintah, termasuk camat hingga pejabat daerah.
Panther LS Turbo dibekali mesin diesel 2.500 cc yang terkenal awet, punya tenaga 136 PS, Torsi 320 Nm, dan Konsumsi BBM 12 - 15 km/liter.
Efisiensi ini menjadi salah satu alasan utama mobil ini masih diminati, terutama di tengah harga BBM yang terus naik.
Keunggulan lain dari Panther adalah biaya perawatan yang relatif murah. Mesin diesel konvensionalnya tidak terlalu rumit.
Mudah diperbaiki di bengkel umum dan suku cadang juga masih banyak tersedia di pasaran dengan harga yang terjangkau.
Untuk ukuran mobil era 2000-an, Panther LS Turbo sudah menawarkan kenyamanan yang cukup baik.
AC sudah double blower, kabin lega hingga baris ketiga, dan posisi duduk nyaman untuk perjalanan jauh.
Model ini bahkan cukup ideal untuk perjalanan luar kota atau medan jalan yang kurang mulus.
Di pasar mobil bekas 2026, harga Panther LS Turbo masih cukup stabil, yakni kisaran Rp 100 - 250 juta.
Harga yang tidak anjlok ini menunjukkan tingginya permintaan terhadap mobil diesel legendaris tersebut.
Ada beberapa faktor yang membuat Panther LS Turbo masih tetap diminati hingga sekarang.
Diantaranya, mesin bandel dan tahan lama, irit bahan bakar dibanding mobil sekelas, dan cocok untuk jalan rusak maupun luar kota.
Meski tangguh, Panther LS Turbo juga memiliki beberapa kekurangan, seperti desain yang sudah ketinggalan zaman dan teknologi belum modern.
Namun, Isuzu Panther LS Turbo tetap menjadi pilihan menarik bagi yang mencari mobil diesel tangguh dengan biaya operasional rendah.
Di tengah tren mobil modern dan elektrifikasi, Panther justru menunjukkan daya tahannya sebagai kendaraan “pekerja keras” untuk medan berat. (dce)
Editor : Dony Christiandi