Jawa Pos Radar Madiun – Dunia teknologi selalu menyuguhkan dilema menarik ketika produk kelas atas dari masa lalu bertemu dengan produk entry-level terbaru. Perdebatan antara MacBook Pro 14 inci bertenaga chip M1 Pro dengan MacBook Air yang mengusung chip M4 menjadi representasi nyata dari persimpangan antara durabilitas performa "Pro" melawan efisiensi arsitektur masa depan.
MacBook Pro 14 M1 Pro tetap menjadi primadona di pasar second atau stok lama karena menawarkan paket lengkap yang sulit dikalahkan. Layar Liquid Retina XDR dengan teknologi ProMotion 120Hz memberikan kemulusan visual yang hingga kini belum mampu disamai oleh lini Air.
Baca Juga: 4 Rekomendasi Laptop Samsung Fast Charging, 30 Menit Terisi hingga 60 Persen
Belum lagi kelengkapan port seperti HDMI dan slot SD Card yang sangat memanjakan para kreator konten tanpa perlu ribet membawa dongle. Meskipun "pemain lama", sistem pendingin aktif (fan) di dalamnya menjamin performa tetap stabil saat digunakan untuk tugas berat dalam durasi lama.
Namun, MacBook Air M4 datang dengan membawa janji efisiensi yang revolusioner. Chip M4 yang dibangun dengan fabrikasi terbaru tidak hanya menawarkan kecepatan single-core yang melampaui M1 Pro, tetapi juga kemampuan pengolahan AI (Neural Engine) yang jauh lebih mumpuni untuk standar perangkat lunak tahun 2026.
Desainnya yang ultra-thin dan tanpa kipas (fanless) menjadikannya jawara untuk mobilitas tinggi, memberikan ketenangan saat bekerja di perpustakaan atau kafe tanpa gangguan suara mesin.
Pilihan akhirnya jatuh pada prioritas pengguna. Jika pekerjaan Anda melibatkan color grading video atau desain grafis yang membutuhkan akurasi warna tinggi dan refresh rate cepat, MacBook Pro 14 M1 Pro masih memegang kendali.
Baca Juga: 5 Aksesoris Modern HP Infinix: Dari Casing, Earphone, hingga Phone Holder
Namun, bagi mahasiswa atau pekerja kantoran yang menginginkan dukungan pembaruan sistem operasi (macOS) yang lebih panjang, bobot ringan, dan performa harian yang instan, MacBook Air M4 adalah investasi masa depan yang lebih masuk akal. Antara kemewahan fitur masa lalu dan kecanggihan mesin masa kini, keduanya memiliki daya tarik yang sama kuatnya di kelas harga yang kini mulai bersaing ketat.(*)
*Muhammad Almaz Firza Sasongko, mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura.
Editor : Mizan Ahsani