Jawa Pos Radar Madiun – Saat ini persaingan kendaraan niaga di Indonesia mulai memasuki babak baru.
Kehadiran Farizon SV sebagai van listrik 16 penumpang langsung menantang dominasi Toyota Hiace yang selama ini menjadi andalan bisnis travel dan operasional perusahaan.
Perbandingan keduanya bukan sekadar soal mesin, tetapi juga menyangkut efisiensi biaya, teknologi, hingga kenyamanan penumpang.
Farizon SV tampil dengan pendekatan desain yang lebih futuristic, salah satu keunggulan utamanya adalah tanpa pilar B, sehingga pintu geser bisa terbuka lebih lebar.
Sedangkan untuk Toyota Hiace, sampai saat ini masih mempertahankan desain konvensional namun tetap fungsional.
Meski tidak se-modern Farizon, Hiace tetap unggul dalam kepraktisan dan sudah terbukti di berbagai kondisi jalan.
Performa: Listrik vs Diesel
Perbedaan paling mencolok ada di sektor mesin, Farizon SV (Listrik) dengan tenaga 230 PS dan torsi 336 Nm (instan), baterai 83 kWh dengan jarak tempuh hingga 400 km.
Toyota Hiace Premio (Diesel) dengan mesin 2.8L 1GD-FTV, punya torsi hingga 420 Nm dan konsumsi BBM mencapai 10 - 13 km/liter.
Baca Juga: Daftar Motor Listrik Yamaha 2026: Harga Mulai Rp 30 Jutaan, Ada yang Siap Masuk Indonesia
Untuk penggunaan dalam kota, Farizon lebih unggul karena biaya operasional listrik jauh lebih murah. Estimasi biaya charging 400 km hanya sekitar Rp100–150 ribu, jauh di bawah biaya solar.
Pengisian Daya vs Pengisian BBM
Farizon SV sudah mendukung fast charging dari 20% ke 80% hanya butuh waktu sekitar 36 menit.
Namun, Toyota Hiace tetap unggul dalam hal fleksibilitas, karena pengisian BBM bisa dilakukan di mana saja tanpa menunggu.
Fitur Keselamatan dan Teknologi
Farizon SV membawa teknologi modern dengan ADAS hingga 30 fitur, seperti Adaptive Cruise Control, Automatic Emergency Braking, dan Lane Assist.
Sementara Toyota Hiace lebih fokus pada durabilitas dan kemudahan perawatan, dengan fitur keselamatan standar yang cukup untuk kendaraan niaga.
Harga dan Pertimbangan Bisnis
Harga Farizon SV sekitar Rp 698 juta (OTR Jakarta) sedangkan Toyota Hiace Premio sekitar Rp 678 juta.
Dengan selisih harga yang tipis membuat Farizon menarik karena menawarkan teknologi masa depan.
Baca Juga: Awas Zonk, Ini 5 Kekurangan Toyota Innova Reborn Diesel yang Jarang Disadari, Masih Layak Dipinang?
Namun, Hiace masih unggul dalam jaringan bengkel luas, sparepart mudah, dan nilai jual kembali tinggi.
Kesimpulan Penulis
Farizon SV membawa angin segar di segmen van penumpang dengan teknologi listrik, biaya operasional rendah, dan fitur modern yang jauh lebih canggih dibanding kompetitornya.
Namun, di sisi lain, Toyota Hiace tetap sulit tergantikan untuk kebutuhan bisnis yang mengandalkan ketangguhan, kemudahan servis, dan fleksibilitas perjalanan jarak jauh di seluruh Indonesia.
Menurut penulis, Farizon SV sangat cocok untuk operasional di kota besar dengan rute tetap dan infrastruktur charging yang memadai.
Sedangkan Toyota Hiace masih menjadi pilihan paling aman bagi pelaku usaha yang membutuhkan kendaraan “tahan banting” di berbagai kondisi medan dan wilayah. (dce)
Editor : Dony Christiandi