Jawa Pos Radar Madiun – Masa kanak-kanak adalah periode emas di mana tubuh membutuhkan berbagai nutrisi penting untuk tumbuh berkembang secara optimal. Salah satu nutrisi yang paling krusial namun sering terabaikan adalah zat besi.
Nutrisi ini berperan vital dalam membantu tubuh mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh jaringan, serta mendukung fungsi otot dan perkembangan otak.
Ahli nutrisi klinis, Nikkie Malhotra, memperingatkan bahwa kekurangan zat besi pada anak dapat berdampak serius. “Hal itu akan memengaruhi perkembangan otak, kekebalan tubuh, pertumbuhan, fokus, hingga daya ingat mereka,” jelasnya.
Baca Juga: Libur Paskah, Pertamina Tambah 779 Ribu Tabung LPG
Dampak & Tanda Kekurangan Zat Besi pada Anak
Kekurangan zat besi tidak selalu terlihat secara instan, namun orang tua bisa mengenali beberapa tanda berikut:
Fisik: Kulit tampak pucat, rambut rontok, dan adanya lingkaran hitam di bawah mata.
Energi: Anak mudah lelah, lesu, dan kurang bersemangat.
Kognitif: Sulit fokus saat belajar dan daya ingat menurun.
Imunitas: Tubuh menjadi rentan terserang infeksi atau sering sakit.
Tips Medis: Jika anak sering mengalami kelelahan kronis, disarankan melakukan pemeriksaan medis seperti hitung darah lengkap (CBC), kadar feritin, dan profil zat besi.
Sumber Makanan Kaya Zat Besi
Untuk mencegah anemia atau kekurangan zat besi, pastikan menu harian anak mengandung bahan-bahan berikut:
Sayuran & Buah: Bayam, bit, dan kismis hitam.
Kacang-kacangan: Rajma (kacang merah) dan chana (kacang arab).
Baca Juga: Cara Bedakan Sepatu Original, KW, dan Replika, Jangan Sampai Tertipu!
Biji-bijian: Ragi (finger millet) dan biji wijen.
Pemanis Alami: Gula merah tebu (gur/jaggery).
Trik Meningkatkan Penyerapan Zat Besi
Ternyata, memberikan makanan kaya zat besi saja tidak cukup. Cara konsumsi sangat memengaruhi seberapa banyak nutrisi tersebut terserap oleh tubuh. Berikut panduannya:
Sinergi dengan Vitamin C: Tambahkan sumber vitamin C seperti perasan lemon, jeruk, atau amla (malaka) pada makanan anak. Vitamin C membantu mengubah zat besi menjadi bentuk yang lebih mudah diserap usus.
Hindari Susu Saat Jam Makan: Jangan memberikan susu satu jam sebelum dan sesudah makan besar. Kalsium dalam susu dapat menghambat penyerapan zat besi jika dikonsumsi bersamaan.
Batasi Teh & Cokelat: Minuman seperti teh atau cokelat mengandung tanin yang merupakan "penghalang" alami bagi penyerapan zat besi. Sebaiknya batasi konsumsi ini di waktu makan.
Baca Juga: Hasil Babak Pertama Dewa United vs PSIM Jogja: Laskar Mataram Beri Perlawanan, Skor Masih Imbang
Faktor Kesehatan Usus
Penyerapan nutrisi tidak akan maksimal jika sistem pencernaan terganggu. Masalah seperti infeksi cacing atau peradangan usus dapat menghalangi zat besi masuk ke aliran darah. Oleh karena itu, menjaga kebersihan dan kesehatan pencernaan anak adalah bagian dari strategi pemenuhan gizi yang lengkap.
Zat besi adalah fondasi bagi kecerdasan dan kekuatan fisik anak. Dengan memperhatikan kombinasi makanan yang tepat—seperti memadukan zat besi dengan Vitamin C—orang tua dapat memastikan si kecil tumbuh dengan energi maksimal dan daya pikir yang tajam.
Editor : Nur WachidSumber : berbagai sumber