Jawa Pos Radar Madiun – Element Pikes dan Brompton kerap disebut “kembaran” di kelas sepeda lipat 16 inci.
Secara visual dan mekanisme lipatan, keduanya memang sangat mirip. Namun di balik kemiripan itu, terdapat perbedaan signifikan dari sisi harga, material, hingga kualitas manufaktur.
Brompton dikenal sebagai pionir folding bike global, sementara Element Pikes hadir sebagai alternatif lebih terjangkau yang menyasar komuter urban.
Harga Jomplang, Selisih Bisa Puluhan Juta
Di Indonesia, lini Brompton C Line dijual di kisaran Rp 29–33 juta. Untuk varian lebih tinggi seperti P Line hingga T Line, harganya bisa menembus Rp 50–80 juta.
Baca Juga: 3Sixty Sepeda Lipat Tiga Lipatan Rasa Brompton: Harga Lebih Murah, Tersedia 3 Seri Pilihan
Sebaliknya, Element Pikes—termasuk varian terbaru seperti Gen 2—beredar di kisaran Rp 7–10 juta. Bahkan generasi sebelumnya sempat dijual mulai Rp 4–5 jutaan.
Perbedaan harga ini membuat Pikes sering disebut sebagai “rasa Brompton versi ekonomis”.
Desain Lipatan Hampir Identik
Keduanya mengusung sistem lipatan tiga bagian (tri-fold) yang sangat ringkas.
Roda belakang dilipat ke bawah, roda depan diputar, lalu stang dilipat ke samping.
Hasilnya, sepeda bisa menjadi paket kecil yang mudah dibawa ke transportasi umum atau disimpan di ruang sempit.
Element Pikes mengadopsi konsep ini hampir sepenuhnya, termasuk ukuran roda 16 inci dan geometri rangka yang mendekati Brompton.
Baca Juga: Sepeda Lipat 3Sixty, Kembaran Brompton yang Harganya 10 Kali Lipat Lebih Murah
Namun, detail seperti finishing, clamp, hingga proporsi rangka tetap menunjukkan perbedaan kualitas antara keduanya.
Material dan Kualitas Rangka
Brompton menggunakan material micro-alloy steel dengan proses produksi hand-brazed di Inggris.
Pada varian lebih tinggi, material titanium digunakan untuk menurunkan bobot sekaligus meningkatkan kenyamanan.
Sementara itu, Element Pikes umumnya memakai rangka chromoly 4130 yang dikenal kuat dan cukup ringan untuk penggunaan harian.
Perbedaan utamanya terletak pada standar produksi dan quality control. Brompton lebih mengedepankan presisi tinggi, sedangkan Pikes menekan biaya melalui produksi massal.
Sistem Lipat dan Presisi Mekanisme
Secara fungsi, keduanya sama-sama praktis untuk dilipat dan dibawa.
Namun, Brompton unggul dari sisi presisi. Engsel, clamp, dan mekanisme lipatan terasa lebih halus dan solid.
Pada Element Pikes, performa lipatan tetap baik, meski pengguna biasanya perlu melakukan penyesuaian agar tetap optimal dalam jangka panjang.
Baca Juga: Element Pikes 5 Speed: Sepeda Lipat Mirip Brompton dengan Sistem Percepatan Lebih Bertenaga
Performa dan Sistem Gear
Brompton menawarkan sistem gear yang lebih kompleks dan matang.
Mulai dari kombinasi internal hub dan derailleur hingga konfigurasi terbaru 4-speed atau bahkan 12-speed, memberikan rentang gigi luas untuk berbagai kondisi jalan.
Element Pikes biasanya menggunakan sistem internal gear 3-speed atau kombinasi hingga 6–9 percepatan, tergantung varian.
Untuk kebutuhan komuter harian, performa Pikes sudah sangat cukup. Namun untuk rute berat atau jarak jauh, Brompton masih lebih unggul.
Bobot dan Portabilitas
Brompton memiliki keunggulan jelas dari sisi bobot.
Varian C Line berada di kisaran 11–12 kg, sementara P Line dan T Line bisa lebih ringan hingga di bawah 10 kg bahkan 8 kg.
Element Pikes rata-rata memiliki bobot sekitar 12–13 kg.
Selisih 1–3 kg ini terasa signifikan terutama saat sepeda sering diangkat, misalnya di stasiun atau tangga.
Editor : Andi Chorniawan