Jawa Pos Radar Madiun - Dalam dunia sepeda balap, groupset menjadi salah satu komponen paling krusial yang menentukan performa dan kenyamanan berkendara.
Komponen ini mencakup sistem penggerak seperti shifter, derailleur, crankset, hingga pengereman yang bekerja sebagai satu kesatuan.
Seiring perkembangan teknologi, sejumlah merek besar terus mendominasi pasar global dengan inovasi dan karakter masing-masing.
Shimano
Shimano menjadi pemain terbesar di industri groupset sepeda. Merek asal Jepang ini dikenal luas karena menghadirkan lini produk yang lengkap, mulai dari pemula hingga profesional.
Baca Juga: Road Bike Pacific 2026: Ini Deretan Sepeda Balapnya dari yang Murah hingga Premium
Seri seperti Claris dan Tiagra banyak digunakan oleh pemula dan pesepeda harian, sementara Shimano 105 hingga Dura-Ace menjadi pilihan di level kompetisi.
Keunggulan utama Shimano terletak pada perpindahan gigi yang halus, daya tahan komponen, serta teknologi electronic shifting Di2 yang semakin populer di kalangan pesepeda modern.
SRAM
SRAM hadir sebagai pesaing utama Shimano dengan pendekatan yang lebih inovatif. Brand asal Amerika Serikat ini dikenal berani menghadirkan teknologi baru, terutama sistem wireless tanpa kabel.
Melalui seri seperti Rival, Force, hingga Red, SRAM menawarkan pengalaman shifting yang berbeda lewat sistem DoubleTap.
Teknologi eTap AXS menjadi keunggulan utama karena sepenuhnya wireless, memberikan tampilan sepeda lebih bersih sekaligus praktis dalam penggunaan.
Campagnolo
Campagnolo dikenal sebagai merek legendaris dengan citra premium. Brand asal Italia ini sering digunakan pada sepeda kelas atas dan memiliki basis penggemar yang loyal.
Baca Juga: Sepeda Balap Element Makin Dilirik, Spesifikasi Lengkap Harga Ramah Pemula
Seri seperti Chorus, Record, hingga Super Record menjadi simbol performa tinggi dan kualitas material terbaik.
Campagnolo tidak hanya mengutamakan performa, tetapi juga estetika. Desainnya yang khas membuatnya sering dipilih oleh pesepeda yang menginginkan tampilan elegan sekaligus performa maksimal.
Editor : Andi Chorniawan