Jawa Pos Radar Madiun - Persaingan kamera smartphone kini memasuki babak baru yang lebih ekstrem.
Bukan lagi sekadar soal kamera utama atau mode malam, kini para produsen mulai merambah sektor telefoto alias kamera zoom jarak jauh.
Terbaru, Vivo X300 Ultra hadir dengan gebrakan yang cukup menggemparkan dunia teknologi. Ponsel ini dibekali kamera telefoto beresolusi 200MP.
Angka ini tergolong fantastis untuk ukuran kamera zoom pada sebuah ponsel pintar.
Namun, daya tarik sesungguhnya terletak pada klaim teknologi stabilisasi baru bernama “3° OIS” yang disebut-sebut memiliki kemampuan setara gimbal.
Mengapa Stabilisasi Telefoto Sangat Sulit?
Masalah utama pada kamera telefoto adalah sensitivitas terhadap getaran.
Semakin jauh jarak zoom (seperti setara lensa 85mm atau 135mm), getaran kecil pada tangan akan terlihat sangat besar pada hasil gambar. Inilah alasan mengapa foto jarak jauh sering kali berakhir buram (blur).
Selama ini, teknologi Optical Image Stabilization (OIS) konvensional hanya mampu mengoreksi pergerakan sekitar 1–2 derajat.
Vivo mengklaim X300 Ultra mampu mengoreksi hingga 3 derajat, yang secara teori akan membuat pengambilan foto maupun video jarak jauh menjadi jauh lebih stabil dan tajam.
Baca Juga: 5 HP Samsung Kamera 0,5 Terbaik 2026, dari Kelas Pemula hingga Semi Profesional
Calon HP Fotografi Terbaik 2026?
Banyak yang bertanya, apakah resolusi sebesar itu benar-benar berguna? Untuk lensa telefoto, jawabannya adalah ya.
Dengan kamera resolusi 200MP, pengguna bisa melakukan cropping (pemotongan gambar) tanpa kehilangan detail yang signifikan.
Kombinasi resolusi tinggi dan stabilisasi maksimal membuat hasil zoom digital terasa lebih jernih dibandingkan kompetitornya.
Sebagai perbandingan, Samsung Galaxy S24 Ultra mengandalkan telefoto 50MP, sementara Vivo melompat jauh ke angka 200MP untuk memastikan kualitas premium pada setiap jepretan jarak jauh.
Menanamkan performa gimbal fisik ke dalam modul kamera HP yang sempit adalah tantangan besar. Vivo diduga menggabungkan tiga pilar utama untuk mencapai klaim ambisius ini:
-
Sistem OIS Fleksibel: Pergerakan lensa yang lebih luas untuk meredam guncangan.
-
Sensor Gyro Akurat: Pendeteksi gerakan tangan yang lebih sensitif.
-
Algoritma AI: Pemrosesan perangkat lunak yang secara instan menyeimbangkan frame video.
Vivo X300 Ultra membawa pendekatan yang sangat fokus pada masalah nyata fotografi smartphone: stabilitas saat zoom.
Kombinasi telefoto 200MP dan OIS 3° berpotensi menjadi standar baru di industri. Apakah ini hanya strategi pemasaran atau benar-benar game changer? Pembuktian di lapangan akan menjadi jawaban akhirnya. (osi/naz)
Editor : Mizan Ahsani