Jawa Pos Radar Madiun - Ada perbedaan signifikan dalam biaya penggunaan antara mobil listrik (Electric Vehicle/EV) dengan mobil konvensional (BBM).
Efisiensi biaya operasional ini menjadi daya tarik utama bagi masyarakat untuk mulai beralih ke teknologi ramah lingkungan.
Hal itu diungkapkan Ketua Umum Komunitas Mobil Elektrik Indonesia (KOLEKSI) Arwani Hidayat.
"Untuk konsumsi dalam kota, rata-rata pengguna EV hanya menghabiskan sekitar Rp250 per km. Sedangkan untuk luar kota dengan tenaga yang lebih besar, biayanya sekitar Rp350 per km," ujar Arwani (9/4).
Perbandingan Biaya Operasional per Kilometer
Perbedaan biaya antara kendaraan listrik dan kendaraan berbasis bahan bakar minyak (BBM) terlihat sangat kontras, di mana EV mampu menghemat biaya hingga lebih dari 70 persen.
| Lokasi Perjalanan | Mobil Listrik (EV) | Mobil Konvensional (BBM) |
| Dalam Kota | ± Rp250 / km | ± Rp1.000 / km |
| Luar Kota | ± Rp350 / km | ± Rp1.200 / km |
Baca Juga: 10 Rekomendasi Blush On Paling Bagus 2026, Pigmented dan Anti Pudar
Infrastruktur Pendukung Semakin Masif
Selain faktor ekonomi, Arwani menyebutkan bahwa sarana pendukung penggunaan mobil listrik di Indonesia telah meningkat tajam. PT PLN (Persero) bersama mitra strategis terus memperluas jaringan pengisian daya:
-
SPKLU: Hingga 2026, tercatat telah hadir 4.655 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di berbagai daerah.
-
Titik Lokasi: Jaringan ini tersebar di 3.007 lokasi strategis di seluruh Indonesia.
-
Home Charging: Layanan pengisian daya di rumah semakin diminati, dengan 70.250 pelanggan yang telah terdaftar pada akhir 2025.
Bahkan, penggunaan SPKLU dilaporkan melonjak hingga empat kali lipat selama masa mudik Lebaran 2026, membuktikan kesiapan infrastruktur dalam melayani perjalanan jarak jauh.
Sentimen Pasar: Isu Insentif dan Harga BBM
Meski menunjukkan pertumbuhan positif, Arwani mengakui adanya sedikit perlambatan di awal tahun 2026 akibat kekhawatiran konsumen terhadap isu pencabutan insentif pembelian kendaraan listrik oleh pemerintah.
Namun, ia memprediksi pertumbuhan pengguna EV akan kembali melonjak tajam pada kuartal kedua, khususnya mulai April ini. Hal ini dipicu oleh dua faktor eksternal utama:
-
Konflik Global: Perang di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
-
Kenaikan BBM: Isu kenaikan harga bahan bakar minyak pada mobil konvensional akibat ketegangan global tersebut mendorong masyarakat mencari alternatif transportasi yang lebih stabil secara biaya.
Dengan biaya operasional yang jauh lebih murah dan ekosistem pendukung yang semakin matang, kendaraan listrik bukan sekadar tren, melainkan solusi di tengah ketidakpastian harga energi fosil dunia. (naz)
Editor : Mizan Ahsani