Jawa Pos Radar Madiun - Rem parkir atau rem tangan adalah komponen vital yang menjaga mobil tetap diam saat berhenti, terutama di medan menanjak.
Namun, banyak pemilik mobil tidak menyadari bahwa membiarkan rem tangan aktif dalam jangka waktu yang sangat lama, contoh seperti saat mobil ditinggal mudik atau disimpan di garasi berbulan-bulan, bisa memicu kerusakan serius.
Dilansir dari laman Suzuki Indonesia, penggunaan rem parkir yang tidak tepat dapat menyebabkan gangguan mekanis pada sistem pengereman belakang. Apa saja risikonya?
Risiko Fatal: Kampas Rem Lengket dan Terlepas
Masalah utama dari penggunaan rem tangan yang terlalu lama adalah risiko kampas rem menempel kuat (lengket) pada bagian tromol atau cakram.
Saat rem tangan ditarik, kampas rem akan menekan piringan atau dinding tromol secara terus-menerus. Jika dibiarkan terlalu lama dalam posisi menjepit, material kampas dapat menyatu dengan besi tromol.
Ketika mobil akhirnya dipaksa berjalan, kampas yang lengket tersebut bisa terlepas dari dudukannya (backing plate).
Kondisi ini jauh lebih sering terjadi pada sistem rem tromol karena memiliki area kontak yang lebih luas dibandingkan rem cakram.
Risiko ini meningkat berkali-kali lipat jika mobil diparkir dalam kondisi rem basah (setelah mencuci mobil atau melewati genangan).
Air yang terjebak di antara kampas dan tromol akan mempercepat proses korosi dan "penguncian" permanen.
Cara Menggunakan Rem Parkir dengan Benar
Agar sistem pengereman Anda tetap awet dan berfungsi optimal, perhatikan panduan berikut:
1. Gunakan Pengganjal Roda
Jika Anda berencana memarkir mobil dalam waktu lebih dari satu minggu, sebaiknya jangan tarik rem tangan penuh.
Gunakan pengganjal roda (balok kayu atau karet pengganjal) sebagai pengaman utama agar beban mobil tidak hanya bertumpu pada rem.
2. Perhatikan Suara Klik
Saat menarik tuas rem tangan, pastikan Anda mendengar sekitar 4 hingga 7 klik.
Jika tarikan terasa terlalu ringan atau bunyi klik melebihi 7 kali, itu tandanya kabel rem sudah mulai kendur dan butuh penyetelan ulang di bengkel resmi.
Baca Juga: Prediksi Timnas Putri Indonesia vs RD Kongo: Misi Garuda Pertiwi Tembus Final FIFA Series 2026
3. Hindari Penggunaan Berlebihan
Jangan menggunakan rem tangan saat berhenti singkat (seperti di lampu merah yang sebentar). Cukup gunakan rem kaki untuk menjaga komponen rem tangan tidak cepat aus.
4. Tarik Secukupnya
Hindari menarik tuas atau menginjak pedal rem parkir (pada mobil tertentu) dengan tenaga berlebihan. Tarikan yang terlalu kuat dapat membuat kabel baja rem tangan cepat memuai atau putus.
5. Servis Berkala
Pastikan mekanisme rem tangan dibersihkan dan diberi pelumas (pada bagian kabel dan engsel) setiap kali melakukan servis rutin agar tidak terjadi kemacetan akibat debu dan karat. (naz)
Editor : Mizan Ahsani