Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Waspada! 8 Komponen Mobil Ini Bekerja Ekstra Keras saat Musim Hujan Tiba

Yunita Tri Desianti • Sabtu, 11 April 2026 | 15:18 WIB
Ilustrasi ganti ban mobil.
Ilustrasi ganti ban mobil.

Jawa Pos Radar Madiun - Saat musim hujan tiba, tantangan di jalan raya meningkat drastis. Jalanan menjadi licin, genangan air muncul di mana-mana, dan jarak pandang menurun tajam.

Dalam kondisi ini, ada beberapa komponen mobil yang "diam-diam" bekerja jauh lebih keras dari biasanya untuk menjaga stabilitas dan keselamatan Anda.

Abaikan sedikit saja, risiko seperti rem blong, ban selip (aquaplaning), hingga mesin mogok bisa mengintai. Dirangkum dari laman Suzuki Indonesia, berikut adalah 8 bagian mobil yang wajib Anda perhatikan saat musim hujan:

8 Komponen Mobil yang Wajib Dicek Saat Musim Hujan

1. Wiper dan Cairan Washer

Visibilitas adalah kunci keselamatan nomor satu. Wiper berfungsi menyapu air agar pandangan tetap jernih.

Risiko: Karet wiper yang keras atau retak tidak akan menyapu air dengan bersih dan berisiko menggores kaca.Tips: Pastikan tangki washer terisi cairan khusus pembersih kaca (bukan air biasa) untuk menghilangkan noda minyak dan kotoran membandel.

2. Sistem Pengereman

Jalan basah mengurangi gaya gesek, sehingga jarak pengereman menjadi lebih panjang.

Pengecekan: Pastikan kampas rem masih tebal. Jika pedal rem terasa "dalam" atau "kosong", segera cek kebocoran minyak rem atau sistem hidroliknya di bengkel resmi.

3. Ban (Traksi & Alur)

Ban adalah satu-satunya komponen yang bersentuhan langsung dengan aspal.

Bahaya Aquaplaning: Ban gundul (alur di bawah 1,6 mm) akan membuat mobil "mengapung" di atas air dan kehilangan kendali.

Tips: Cek tekanan angin secara rutin; tekanan yang tidak sesuai dapat memengaruhi stabilitas saat bermanuver di jalan licin.

Baca Juga: Bahaya Rem Tangan Mobil Ditarik Terlalu Lama, Kampas Bisa Copot! Ini Solusinya

4. Sistem Kelistrikan dan Lampu

Kelembapan tinggi sangat berisiko memicu korosi dan korsleting pada jalur kabel.

Aki & Kabel: Bersihkan terminal aki dari kerak putih dan pastikan tidak ada kabel yang terkelupas.

Lampu: Pastikan lampu utama, lampu rem, dan sein menyala sempurna karena lampu adalah alat komunikasi antar-pengemudi saat jarak pandang terbatas.

5. Defogger (Antiembun)

Perbedaan suhu dalam kabin dan luar mobil saat hujan sering memicu embun pada kaca.

Fungsi: Defogger depan (aliran AC) dan belakang (elemen panas garis tipis) harus berfungsi optimal agar pandangan ke segala arah tetap aman.

6. Sistem AC

AC bukan sekadar pendingin kabin, tapi juga pengatur kelembapan udara.

Tips: Pastikan AC dingin agar kaca tidak mudah berembun. Gantilah filter kabin secara berkala agar udara tetap bersih dan evaporator tidak cepat kotor akibat kelembapan tinggi.

7. Kaki-Kaki (Suspensi & Steering)

Lubang jalan sering kali "tersembunyi" di balik genangan air. Di sinilah komponen kaki-kaki diuji kekuatannya.

Pengecekan: Cek kondisi shockbreaker, tie rod, dan ball joint. Jika setir terasa bergetar atau muncul bunyi asing saat melewati jalan rusak, segera lakukan pemeriksaan intensif.

8. Pelindung Anti-Karat (Undercoating)

Air hujan bersifat korosif karena sering membawa zat asam dan kotoran dari jalanan.

Bagian kolong mobil adalah area paling rentan berkarat.

Segera cuci mobil (terutama kolong) setelah terkena hujan deras, dan pertimbangkan pelapisan anti-karat (undercoating) tambahan untuk perlindungan jangka panjang.

Menjaga kondisi mobil tetap prima di musim hujan bukan hanya soal kenyamanan, tapi soal nyawa. Dengan melakukan pengecekan pada 8 komponen di atas, Anda telah meminimalisir risiko kecelakaan dan memastikan perjalanan tetap lancar hingga tujuan. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#bahaya #Komponen #musim hujan #mobil