Jawa Pos Radar Madiun - Membeli mobil bekas dengan jarak tempuh tinggi sering kali dianggap berisiko oleh calon pembeli.
Angka "KM Gajah" kerap diasosiasikan dengan mesin yang mulai lelah dan biaya perbaikan yang membengkak.
Namun, kenyataannya angka kilometer tinggi bukan berarti mobil tersebut buruk. Kuncinya terletak pada kedisiplinan pemilik sebelumnya dalam melakukan perawatan.
Merujuk pada panduan teknis Ibid Astra, berikut adalah 5 rahasia agar Anda tetap aman saat membeli mobil bekas kilometer tinggi:
5 Rahasia Aman Membeli Mobil Bekas KM Tinggi
1. Pahami Jenis dan Fungsi Penggunaan Mobil
Jumlah kilometer sangat dipengaruhi oleh fungsi kendaraan tersebut.
-
Mobil Operasional: Wajar jika kilometernya tinggi karena digunakan setiap hari, namun biasanya perawatannya sangat ketat sesuai jadwal perusahaan.
-
Waspadai KM Rendah pada Mobil "Capek": Jika Anda menemukan mobil operasional atau mobil berusia tua namun kilometernya sangat rendah, Anda justru perlu waspada terhadap potensi manipulasi odometer.
2. Hitung Rata-rata Pemakaian per Tahun
Gunakan logika matematika sederhana untuk menilai kewajaran pemakaian. Di kota besar seperti Jakarta, rata-rata penggunaan mobil normal berkisar antara 15.000 hingga 20.000 km per tahun.
-
Contoh: Jika mobil berusia 10 tahun dan kilometernya 180.000 km, itu masih dalam kategori pemakaian wajar. Jika mencapai 400.000 km dalam periode yang sama, artinya mobil bekerja sangat keras.
Baca Juga: Ban Belakang Motor Goyang? Jangan Sepelekan! Ini 6 Penyebab dan Solusinya
3. Bedah Riwayat Servis secara Mendalam
Catatan servis adalah "rekam medis" kendaraan. Pastikan mobil memiliki buku servis berkala atau invoice perawatan.
-
Cek Keaslian Odometer: Bandingkan angka di odometer dengan catatan servis terakhir.
-
Bengkel Resmi/Terpercaya: Kedisiplinan mengganti suku cadang asli di bengkel resmi merupakan nilai tambah yang menjamin umur mesin lebih panjang.
4. Periksa Keausan Komponen "Slow Moving"
Komponen interior adalah saksi bisu penggunaan mobil. Jangan hanya melihat mesin, cek juga:
-
Area Sentuh: Perhatikan keausan pada tekstur setir, tuas transmisi, pedal gas/rem, dan jok. Jika odometer menunjukkan angka rendah tapi setir sudah gundul atau pedal sudah licin, ada indikasi manipulasi angka KM.
-
Sistem Kelistrikan: Pastikan tidak ada modifikasi kabel yang berantakan, serta cek kesehatan aki dan transmisi.
5. Siapkan Anggaran untuk Penyegaran (Restorasi Ringan)
Saat membeli mobil bekas KM tinggi, wajib hukumnya menyiapkan dana tambahan untuk penggantian komponen habis pakai (fast moving) segera setelah mobil pindah tangan.
-
Daftar Wajib Ganti: Oli mesin, filter oli, filter udara, busi, dan pembersihan sistem pendingin.
-
Kesehatan Aki: Pastikan aki dalam kondisi prima untuk menghindari mogok di awal pemakaian.
Mobil dengan jarak tempuh 150.000 km yang dirawat secara rutin jauh lebih layak dibeli daripada mobil dengan jarak tempuh 50.000 km namun tidak pernah ganti oli atau sering dibiarkan mangkrak.
Ketelitian dalam memeriksa riwayat perawatan adalah perlindungan terbaik bagi investasi Anda. (naz)
Editor : Mizan Ahsani