Jawa Pos Radar Madiun - Perdebatan antara memilih Pertalite (RON 90) atau Pertamax (RON 92) sering kali hanya berujung pada pertimbangan harga per liter. Padahal, pemilihan jenis bahan bakar memiliki kaitan erat dengan usia pakai komponen internal mesin.
Apakah benar Pertamax otomatis membuat mesin lebih awet? Berikut adalah 7 fakta perbandingan yang wajib Anda pahami:
7 Fakta Perbandingan Pertalite vs Pertamax
1. Nilai Oktan dan Ketahanan terhadap Knocking
-
Pertalite (RON 90): Memiliki ketahanan kompresi yang lebih rendah.
-
Pertamax (RON 92): Lebih stabil dan tahan terhadap tekanan tinggi.
-
Faktanya: Semakin tinggi angka oktan, semakin tahan bahan bakar tersebut terhadap gejala knocking (ngelitik), yaitu ledakan prematur di ruang bakar yang bisa merusak piston.
2. Kesesuaian dengan Rasio Kompresi Mesin
Setiap mesin memiliki desain rasio kompresi yang berbeda. Mobil modern (keluaran tahun 2018 ke atas) umumnya memiliki rasio kompresi di atas $10:1$ hingga $12:1$.
-
Faktanya: Mesin dengan kompresi tinggi wajib menggunakan Pertamax agar pembakaran terjadi tepat waktu. Memaksa menggunakan Pertalite pada mesin kompresi tinggi akan membuat sistem mesin bekerja ekstra keras untuk menyesuaikan waktu pengapian.
Baca Juga: Mobil Listrik vs Hybrid: Mana yang Lebih Hemat untuk Dompet Anda?
3. Optimalisasi Performa Mesin
-
Faktanya: Karena pembakarannya lebih sempurna, Pertamax mampu menghasilkan ledakan tenaga yang lebih bersih. Hasilnya, tarikan mesin terasa lebih enteng dan responsif dibandingkan menggunakan Pertalite.
4. Efisiensi Konsumsi BBM
-
Faktanya: Secara teori, Pertamax bisa lebih irit. Dengan pembakaran yang lebih efisien, jumlah BBM yang dibutuhkan untuk menempuh jarak tertentu menjadi lebih sedikit. Sebaliknya, pada mesin modern, penggunaan Pertalite justru bisa membuat konsumsi BBM lebih boros karena mesin tidak bekerja di titik efisiensi puncaknya.
5. Teknologi Pembersih Mesin (Detergency)
-
Faktanya: Pertamax dilengkapi dengan aditif pembersih yang membantu meluruhkan kerak karbon di ruang bakar. Pertalite memiliki kandungan aditif yang lebih minim, sehingga cenderung meninggalkan residu karbon lebih banyak jika digunakan pada mesin berteknologi tinggi dalam jangka panjang.
6. Risiko Kerusakan Komponen Internal
-
Faktanya: Penggunaan BBM yang tidak sesuai (oktan terlalu rendah) secara terus-menerus dapat memicu kerusakan permanen pada piston, ring piston, hingga conrod akibat getaran berlebih dari knocking. Dalam hal ini, Pertamax jauh lebih aman untuk menjaga keawetan mesin jangka panjang.
7. Kalkulasi Biaya vs Perawatan
-
Faktanya: Pertalite memang lebih murah di kasir SPBU. Namun, penggunaan Pertamax dapat menekan biaya servis besar (overhaul) dan pembersihan kerak mesin (carbon clean) yang lebih sering. Pilihan ada di tangan Anda: berhemat saat mengisi bensin atau berhemat saat jadwal servis tiba.
Keputusan terbaik bukan sekadar memilih yang paling mahal, melainkan mengikuti buku manual kendaraan Anda. Jika mesin Anda dirancang untuk RON 92, maka mengisi Pertamax bukan sekadar gaya hidup, melainkan prosedur perawatan wajib. (naz)
Editor : Mizan Ahsani