Jawa Pos Radar Madiun – Diare merupakan gangguan pencernaan yang cukup sering dialami bayi dan anak-anak. Masalah utama dari diare bukanlah frekuensi buang air besarnya, melainkan risiko dehidrasi (kekurangan cairan) yang dapat berakibat fatal jika tidak segera ditangani.
Oleh karena itu, penanganan pertama yang tepat di rumah sangat krusial. Berikut adalah rekomendasi obat diare anak yang aman dan umum digunakan:
Rekomendasi Obat Diare Anak yang Aman
1. Oralit
Ini adalah "obat" paling utama. Oralit merupakan larutan rehidrasi oral yang mengandung natrium dan kalium untuk menggantikan cairan serta elektrolit tubuh yang hilang.
Baca Juga: 6 Obat Sakit Perut Alami untuk Anak: Solusi Aman dan Ampuh Redakan Nyeri di Rumah
2. Pedialyte
Mirip dengan oralit, Pedialyte adalah minuman elektrolit siap minum dengan rasa yang lebih disukai anak-anak. Sangat efektif untuk mengatasi dehidrasi pada diare ringan hingga sedang.
3. Daryazinc / Interzinc (Zinc Sulfate)
Pemberian Zinc sangat penting dalam pengobatan diare anak. Zinc berfungsi mempercepat pemulihan saluran cerna dan meningkatkan daya tahan tubuh agar diare tidak terulang dalam waktu dekat.
Catatan: Zinc harus dikonsumsi selama 10 hari berturut-turut meskipun diare sudah berhenti.
4. Lacto-B
Suplemen probiotik dalam bentuk bubuk yang membantu menyeimbangkan jumlah bakteri baik di dalam usus. Probiotik membantu melawan bakteri jahat penyebab diare secara alami.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Obat Batuk Pilek Bayi yang Aman dan Ampuh Redakan Gejala
5. Guanistrep Suspensi
Mengandung kombinasi Kaolin dan Pektin. Zat ini bekerja dengan cara menyerap racun atau bakteri penyebab diare, sekaligus membantu memadatkan tekstur feses agar tidak terlalu cair.
6. Zinc Tablet 20 mg
Versi tablet dari suplemen Zinc, biasanya dilarutkan dalam sedikit air atau ASI sebelum diberikan kepada anak.
Tips Penting Penanganan Diare di Rumah
Jangan Hentikan ASI/Susu: Tetap berikan ASI atau susu formula seperti biasa untuk menjaga nutrisi dan hidrasi.
Cairan Ekstra: Berikan oralit setiap kali anak buang air besar cair.
Diet Hambar: Berikan makanan yang mudah dicerna seperti bubur, pisang, atau sup bening. Hindari makanan berlemak atau terlalu manis.
Pantau Urine: Jika urine anak sedikit atau warnanya sangat pekat, itu adalah tanda awal dehidrasi.
Kapan Harus Segera ke Dokter?
Diare bisa menjadi darurat medis. Segera bawa ke rumah sakit jika:
Anak tidak mau minum atau terus-menerus muntah.
Baca Juga: 8 Obat Demam Anak yang Ampuh Turunkan Panas: Aman dan Efektif untuk Si Kecil
Muncul tanda dehidrasi berat (mata cekung, tidak ada air mata saat menangis, atau ubun-ubun cekung pada bayi).
Terdapat darah pada feses.
Demam tinggi dan anak tampak sangat lemas/mengantuk terus.
Diare tidak membaik setelah 2 hari.
Editor : Nur Wachid