Jawa Pos Radar Madiun – Dalam dunia seni bonsai, gaya Shakan atau slanting adalah representasi visual dari ketangguhan.
Gaya ini menampilkan pohon dengan batang utama yang tumbuh miring ke satu arah, meniru fenomena alam di mana pohon condong akibat tiupan angin kencang yang terus-menerus, tumbuh di lereng curam, atau berusaha menjangkau cahaya matahari dari balik tebing.
Shakan menawarkan tampilan yang jauh lebih dinamis dibandingkan gaya tegak, memberikan kesan gerakan dan perjuangan hidup yang dramatis.
Baca Juga: Gaya Bonsai Moyogi: Seni Batang Meliuk yang Menampilkan Kesan Alami
Ciri Khas Gaya Bonsai Shakan
Menciptakan gaya miring tidak hanya sekadar memiringkan pohon di dalam pot. Ada aturan keseimbangan yang harus dipenuhi agar terlihat natural:
Kemiringan Batang yang Terukur: Batang tumbuh condong ke kiri atau ke kanan dengan sudut antara 60 hingga 80 derajat. Batang tetap harus memiliki tapering (mengecil ke ujung) untuk kesan pohon tua.
Nebari (Akar) Penahan: Ciri paling krusial adalah sistem perakaran. Akar pada sisi yang berlawanan dengan arah kemiringan harus terlihat lebih kuat dan menonjol, seolah sedang "mencengkeram" tanah untuk menahan beban pohon agar tidak tumbang.
Cabang Penyeimbang: Cabang pertama biasanya tumbuh ke arah yang berlawanan dengan kemiringan batang. Ini dilakukan untuk mencapai keseimbangan visual (ekulibrium) agar pohon tidak terlihat "berat sebelah".
Puncak (Apex) yang Artistik: Bagian puncak pohon biasanya sedikit melengkung kembali ke arah tengah atau sedikit berlawanan dengan arah condong batang untuk menambah kesan stabilitas.
Filosofi di Balik Shakan
Gaya Shakan bukan sekadar masalah estetika, melainkan simbol ketahanan. Bentuk miringnya menggambarkan pohon yang tetap berdiri kokoh meski terus-menerus dihantam beban lingkungan yang berat. Ini adalah metafora bagi perjuangan manusia yang tetap tumbuh meski dalam keterbatasan dan tekanan.
Tanaman yang Cocok untuk Gaya Shakan
Tanaman yang memiliki batang fleksibel atau yang secara alami memiliki pertumbuhan miring sangat cocok untuk gaya ini:
Baca Juga: Bank Dunia Pangkas Proyeksi Ekonomi RI, Guru Besar Unair Sebut Ini sebagai Sinyal Kuning
Juniper & Pinus: Karakter batangnya sangat kuat untuk mempertahankan posisi miring dalam waktu lama.
Serut & Sancang: Sangat responsif terhadap teknik pengawatan (wiring) untuk mengarahkan kemiringan.
Cemara: Memiliki struktur dahan yang mudah diatur untuk mengimbangi kemiringan batang utama.
Beringin (Ficus): Sangat bagus untuk menonjolkan kekuatan akar penyeimbang.
Gaya Shakan menawarkan keunikan yang tidak kaku. Melalui perpaduan antara batang yang condong dan dahan yang tertata rapi, gaya ini berhasil menangkap momen dramatis alam liar ke dalam pot kecil.
Editor : Nur Wachid