Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Mitos Duduk di Atas Bantal Bikin Bisulan: Benarkah atau Sekadar Masalah Etika?

Bagas Bimantara • Senin, 13 April 2026 | 12:27 WIB
Mitos Duduk di Atas Bantal. (ILUSTRASI/ISTIMEWA)
Mitos Duduk di Atas Bantal. (ILUSTRASI/ISTIMEWA)

Jawa Pos Radar Madiun – Sejak kecil, banyak dari kita yang sering diingatkan agar tidak duduk di atas bantal dengan ancaman akan terkena bisul. Larangan ini telah mendarah daging dalam budaya masyarakat Indonesia sebagai salah satu bentuk "pamali" yang paling populer.

Namun, benarkah ada kaitan biologis antara bantal, bokong, dan pertumbuhan bisul? Mari kita bedah fakta medis serta alasan logis di balik mitos yang unik ini.

Penyebab Bisul Sebenarnya: Apa Kata Medis?

Secara medis, bisul (furunkel) sama sekali tidak disebabkan oleh kebiasaan duduk di atas bantal. Berikut adalah fakta ilmiahnya:

Baca Juga: Benarkah Memakai Topi Bikin Rambut Rontok? Ini Fakta Medis yang Perlu Diketahui

Infeksi Bakteri: Bisul terjadi akibat infeksi bakteri pada folikel rambut atau kelenjar minyak di kulit. Bakteri yang paling sering menjadi biang keladinya adalah Staphylococcus aureus.

Pintu Masuk Kuman: Bakteri masuk melalui pori-pori, luka kecil, atau iritasi akibat gesekan kulit.

Faktor Risiko: Kurangnya kebersihan kulit, sistem imun yang sedang menurun, atau kondisi kulit yang terlalu lembap dan kotor adalah pemicu utama bisul, bukan bantal itu sendiri.

Mengapa Mitos Ini Tercipta?

Meskipun secara medis tidak terbukti, mitos ini lahir dari fungsi edukasi yang sangat kuat dalam masyarakat tradisional:

1. Masalah Higienitas (Kebersihan)

Bantal sejatinya digunakan sebagai penyangga kepala saat tidur. Celana yang kita gunakan untuk duduk telah terpapar debu, keringat, dan bakteri dari berbagai tempat. Jika bantal digunakan untuk duduk, bakteri dari celana akan berpindah ke bantal. Saat bantal tersebut kembali digunakan untuk kepala/wajah, kuman tersebut berisiko memicu jerawat atau masalah kulit lainnya.

Baca Juga: Mitos Menyapu Malam Hari dan Suami Brewokan: Benarkah Pengaruhi Jodoh dan Rezeki?

2. Nilai Etika dan Sopan Santun

Dalam budaya kita, kepala dianggap sebagai bagian tubuh yang memiliki nilai kehormatan, sementara kaki dan area duduk berada di posisi bawah. Meletakkan area "bawah" di tempat yang seharusnya untuk kepala dinilai kurang sopan dan tidak menghargai fungsi benda tersebut.

3. Menjaga Keawetan Barang

Bantal tidur umumnya dirancang untuk menyangga beban kepala yang ringan. Duduk di atas bantal dengan beban seluruh tubuh dapat membuat bantal cepat kempis, berubah bentuk, dan kehilangan kenyamanannya.

Fakta: Bantal Justru Boleh Diduduki dalam Medis

Dalam beberapa kasus medis, duduk di atas bantal justru sangat dianjurkan. Misalnya:

Penderita Wasir (Ambeien): Menggunakan bantal khusus berbentuk donat untuk mengurangi tekanan pada area anus.

Baca Juga: Mitos Potong Kuku Malam Hari: Benarkah Bisa Memperpendek Umur atau Sekadar Pamali?

Pemulihan Pasca-Operasi: Bantal digunakan sebagai bantalan duduk tambahan agar pasien merasa lebih nyaman.

Duduk di atas bantal tidak secara langsung menyebabkan bisul. Mitos ini adalah cara orang tua zaman dahulu untuk mengajarkan kita tentang kebersihan dan kesopanan.

Agar tetap aman dan sehat, sebaiknya pisahkan antara bantal yang khusus untuk duduk (seperti bantal sofa atau bantal medis) dengan bantal yang khusus digunakan untuk tidur.

Editor : Nur Wachid
#mitos duduk di bantal #duduk di bantal menyebabkan bisul #apakah duduk di bantal berbahaya #mitos jawa duduk di bantal #penyebab bisul sebenarnya