Jawa Pos Radar Madiun – Banyak pelari fokus pada sepatu, tetapi melupakan satu hal penting: jaket.
Padahal, pemilihan bahan jaket berpengaruh langsung pada kenyamanan, performa, hingga kesehatan tubuh saat berlari.
Di iklim tropis seperti Indonesia yang panas dan lembap, salah memilih bahan bisa membuat tubuh cepat gerah, keringat terperangkap, hingga memicu iritasi kulit.
Baca Juga: 5 Sepatu Airwalk Best Seller di Shopee, Model Favorit dari Murah sampai Premium
1. Polyester atau Dry-Fit Jadi Andalan
Polyester dengan teknologi dry-fit menjadi pilihan paling populer di kalangan pelari.
Karakter bahannya ringan, cepat kering, dan mampu mengalirkan keringat ke permukaan kain. Hasilnya, tubuh tetap terasa adem meski berlari dalam intensitas tinggi.
Bahan ini sangat cocok untuk latihan rutin maupun lari jarak jauh.
2. Nylon Ringan dan Tahan Angin
Nylon menawarkan tekstur halus dan ringan dengan kemampuan menahan angin.
Jaket berbahan ini ideal digunakan saat lari pagi atau di area terbuka. Meski daya serap keringatnya tidak secepat dry-fit, nylon tetap nyaman untuk aktivitas ringan hingga sedang.
3. Microfiber Nyaman untuk Jarak Jauh
Microfiber memiliki serat yang sangat halus sehingga terasa lembut di kulit.
Kemampuannya menyerap keringat cukup baik tanpa menambah beban saat berlari. Karena itu, bahan ini sering dipilih untuk lari jarak menengah hingga panjang.
4. Mesh untuk Sirkulasi Maksimal
Mesh biasanya digunakan sebagai lapisan tambahan pada jaket lari.
Baca Juga: 7 Rekomendasi Sepatu Basket untuk Semua Posisi, Nomor 3 Ada AZA DBL Play Floater
Struktur berongganya memungkinkan udara mengalir bebas, sehingga tubuh tetap sejuk meski digunakan dalam cuaca panas.
Kombinasi mesh dengan bahan utama membuat jaket lebih optimal dalam menjaga suhu tubuh.
5. Softshell dan Windbreaker untuk Outdoor
Untuk pelari yang sering beraktivitas di luar ruangan, jaket jenis softshell atau windbreaker bisa menjadi pilihan.
Bahan ini mampu menahan angin dan gerimis ringan tanpa membuat tubuh terasa pengap. Cocok digunakan saat kondisi cuaca tidak menentu.
6. Gore-Tex untuk Kondisi Ekstrem
Bagi pelari yang sering menghadapi hujan atau medan berat seperti trail running, bahan Gore-Tex menjadi opsi premium.
Material ini tahan air sekaligus tetap breathable, sehingga tubuh tetap kering dari luar maupun dari dalam.
Editor : Andi Chorniawan