Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Belajar dari Kasus Viral, IDAI Ingatkan Orang Tua Tak Boleh Abai saat Anak Sleep Training

Suci Oktavia • Senin, 13 April 2026 | 16:35 WIB
Ilustrasi ibu dan bayi
Ilustrasi ibu dan bayi

Jawa Pos Radar Madiun - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) memberikan peringatan keras dan panduan bagi orang tua dalam menerapkan proses belajar tidur mandiri atau sleep training pada anak.

Hal ini merespons insiden tragis meninggalnya bayi berusia 4 bulan yang diduga akibat dibiarkan menangis terlalu lama tanpa pengawasan saat menjalani sleep training.

Ketua Pengurus Pusat IDAI, Dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A(K), menekankan agar orang tua tidak terjebak tren atau Fear of Missing Out (FOMO) hanya karena melihat figur publik melakukannya.

"Tidak ada cara tidur yang berlaku seragam untuk semua anak, masing-masing berbeda," tegasnya di Jakarta, Senin (13/4).

Syarat Utama Sebelum Memulai Sleep Training

Menurut IDAI, sleep training tidak boleh dilakukan secara kaku dan harus memenuhi syarat tertentu.

Hanya anak yang sehat secara fisik yang boleh menjalani latihan ini. Anak dengan kondisi medis tertentu, seperti malnutrisi yang membutuhkan asupan susu di malam hari, tidak disarankan.

Jika anak menangis dalam durasi lama atau menunjukkan tanda stres, orang tua wajib segera menghentikan metode tersebut.

Tangisan bayi adalah bentuk komunikasi.

Dokter Spesialis Anak, Dr. Tuti Rahayu, Sp.A(K), menjelaskan bahwa tangisan bisa berarti anak merasa tidak nyaman, lapar, kepanasan, atau perlu ganti popok.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Wisata Alam Wonosobo Paling Eksotis: Dari Hamparan Teh hingga Negeri di Atas Awan

Risiko Fatal dan Keamanan Lingkungan Tidur

IDAI menyoroti pentingnya keamanan fisik di ruang tidur, terutama bagi bayi usia 4 bulan yang kemampuan motoriknya (seperti mengangkat kepala) masih sangat terbatas.

Beberapa risiko yang harus dihindari antara lain:

  1. Kasur Terlalu Empuk & Bantal Berlebih: Berisiko membuat kepala bayi terbenam dan menghambat jalan napas.

  2. Boneka di Tempat Tidur: Meningkatkan risiko bayi mengalami kesulitan bernapas (suffocation).

  3. Kelelahan Ekstrem: Menangis terlalu lama dapat membuat bayi kelelahan dan meningkatkan stres pada sistem tubuhnya.

IDAI meminta orang tua untuk tetap waspada dan tidak abai meskipun anak berada di kamar terpisah.

Manfaatkan kamera pengawas (CCTV) untuk memantau kondisi bayi secara berkala.

"Jangan ibunya asyik bermain ponsel atau media sosial sementara anak tidak terpantau sama sekali," tambah Dr. Piprim.

Sleep training adalah masa transisi, bukan berarti orang tua melepas tanggung jawab sepenuhnya. Kehadiran orang tua tetap dibutuhkan untuk memberikan rasa aman. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#sleep training #Meninggal #anak #bayi #Viral