Jawa Pos Radar Madiun - Seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan, kekhawatiran mengenai penggunaan produk perawatan kulit (skincare) yang berisiko memicu kanker pun turut mencuat.
Banyak orang mulai memilah kandungan kimia dalam produk harian mereka karena takut akan efek karsinogenik.
Melansir dari Hindustan Times, Dr. Jayesh Sharma, seorang ahli onkologi asal Raipur, India, memberikan penjelasan medis untuk meluruskan kekhawatiran tersebut.
Menurutnya, memahami konsentrasi zat kimia dan cara penggunaan produk adalah kunci utama dalam menilai risiko.
1. Produk Bilas vs Produk Tanpa Bilas
Dr. Sharma membagi produk perawatan tubuh menjadi dua kategori utama untuk memudahkan masyarakat memahami tingkat risikonya:
Produk yang Dibilas (Wash-off Products)
Produk seperti sampo, sabun mandi, dan sabun 2-in-1 untuk rambut dan badan masuk dalam kategori ini.
-
Fakta: Karena produk ini diaplikasikan dan langsung dibilas, kontak dengan kulit terjadi dalam waktu yang sangat singkat.
-
Risiko: Dr. Sharma menegaskan bahwa produk-produk ini tidak menimbulkan risiko kanker. Klaim yang menyebutkan produk bilas bersifat karsinogenik adalah informasi yang sepenuhnya salah.
Produk Tanpa Bilas (Leave-on Products)
Produk seperti pelembap, parfum, dan deodoran dibiarkan menempel di tubuh dalam waktu lama, sehingga memerlukan perhatian lebih mendalam.
Baca Juga: Gagal Damai, AS Blokade Selat Hormuz dan Trump Semprot Paus Leo XIV
2. Mitos Paraben dan Gangguan Hormonal
Banyak pelembap mengandung senyawa paraben yang sering dituding mengganggu keseimbangan hormon. Namun, Dr. Sharma menekankan beberapa poin penting:
-
Risiko Teoritis: Hingga saat ini, belum ada penelitian yang membuktikan bahwa konsentrasi paraben dalam pelembap memiliki efek merusak pada manusia.
-
Saran: 99,9% orang tidak berisiko. Namun, bagi mereka yang memiliki riwayat keluarga kanker payudara yang kuat atau merasa khawatir secara umum, penggunaan produk berlabel Paraben-Free bisa menjadi pilihan.
3. Parfum, Deodoran, dan Penderita PCOS
Parfum dan deodoran mengandung senyawa yang jika diserap kulit dalam jumlah besar dapat menyebabkan gangguan hormonal.
-
Tips Aman: Meski belum terbukti berisiko kanker pada manusia, Dr. Sharma menyarankan penderita PCOS untuk lebih berhati-hati.
-
Cara Penggunaan: Untuk mengurangi risiko penyerapan kimia, gunakan parfum pada pakaian alih-alih menyemprotkannya langsung ke kulit tubuh.
4. Risiko Krim Pemutih Kulit
Berbeda dengan pelembap atau sampo, Dr. Sharma memperingatkan bahwa ada produk yang membawa risiko kesehatan nyata, yaitu krim pemutih kulit.
-
Kandungan Berbahaya: Banyak produk pemutih ilegal mengandung merkuri yang merusak kesehatan secara keseluruhan dan steroid yang merusak lapisan kulit.
-
Peringatan: Produk ini memiliki risiko yang jauh lebih nyata dibandingkan kandungan kimia standar dalam produk kosmetik lainnya.
Hampir semua produk mengandung zat kimia, namun tidak semuanya berbahaya. Fokuslah pada produk yang sudah terjamin keamanannya dan hindari penggunaan produk pemutih tanpa pengawasan medis yang mengandung zat beracun seperti merkuri. (naz)
Editor : Mizan Ahsani