Jawa Pos Radar Madiun - Cantengan (Ingrown Toenail) adalah kondisi medis di mana tepi kuku tumbuh ke dalam kulit di sekitarnya.
Masalah ini sering dianggap sepele, padahal jika dibiarkan, cantengan dapat memicu peradangan hebat hingga mengeluarkan nanah.
Bagi penderita diabetes (kencing manis), cantengan bahkan bisa berakibat fatal karena risiko infeksi yang sulit sembuh hingga ancaman amputasi.
Melansir laman keslan.kemkes.go.id, penanganan cantengan bervariasi mulai dari pengobatan antijamur hingga prosedur bedah kecil untuk memperbaiki arah pertumbuhan kuku.
Agar Anda terhindar dari rasa nyeri dan risiko infeksi, berikut adalah langkah pencegahan yang wajib dilakukan:
1. Potong Kuku dengan Cara yang Benar
Kesalahan paling umum yang memicu cantengan adalah memotong kuku terlalu pendek atau terlalu melengkung di bagian tepinya. Kuku yang sangat pendek cenderung tumbuh ke dalam kulit saat memanjang kembali.
Tips: Potonglah kuku secara lurus dan sisakan sedikit bagian ujungnya agar tidak tertanam ke dalam kulit.
2. Hindari Kebiasaan Mencungkil Kulit
Menggigit kuku atau mencungkil kulit di sekitar tepi kuku dapat menciptakan luka kecil. Luka inilah yang menjadi jalan masuk bagi bakteri dan jamur untuk menginfeksi jaringan kuku.
Baca Juga: Sulit Tidur Lagi setelah Terbangun Malam Hari? Simak 5 Cara Ampuh agar Kembali Terlelap
3. Jaga Kaki dan Tangan Tetap Kering
Kondisi lembap adalah "surga" bagi mikroorganisme untuk berkembang biak. Paparan air yang terus-menerus membuat kuku menjadi lunak dan kulit rentan dimasuki bakteri.
Tips: Selalu keringkan tangan dan kaki setelah beraktivitas. Gunakan sepatu anti-air atau sarung tangan lateks jika bekerja di lingkungan yang basah.
4. Batasi Penggunaan Kuku Palsu
Menggunakan kuku palsu dalam jangka waktu lama dapat menjebak kotoran dan kelembapan di sela-sela kuku asli. Hal ini berisiko memicu pertumbuhan jamur yang merusak struktur kuku dan menyebabkan cantengan.
5. Hindari Cedera dan Trauma pada Kuku
Cedera akibat terbentur, terjepit, atau tekanan berlebih dari sepatu yang terlalu sempit dapat merusak jaringan kuku. Kuku yang rusak akibat trauma fisik lebih mudah tumbuh ke arah yang salah.
6. Kenali Gejala Awal dan Segera Tangani
Jika area di sekitar kuku mulai terasa nyeri, bengkak, dan memerah, segera lakukan perawatan non-bedah seperti merendam kaki dengan air hangat atau menggunakan salep antibiotik sesuai anjuran medis.
Merawat kuku bukan hanya soal estetika, melainkan investasi kesehatan untuk mencegah infeksi yang menyakitkan. Dengan rutin menjaga kebersihan dan memperhatikan cara memotong kuku, Anda dapat terhindar dari prosedur bedah yang tidak diinginkan. (naz)
Editor : Mizan Ahsani