Jawa Pos Radar Madiun - Meskipun teknologi injeksi sudah menjamur, pengguna motor karburator masih sangat banyak di Indonesia.
Salah satu masalah klasik yang sering dihadapi adalah mesin yang mendadak mati dengan gejala "brebet" seperti kehabisan bensin, padahal bensin masih melimpah di dalam tangki.
Persoalan pada motor karburator biasanya lebih bersifat mekanis.
Berikut adalah 3 penyebab yang paling sering tidak disadari oleh pemilik motor:
Baca Juga: Sulit Tidur Lagi setelah Terbangun Malam Hari? Simak 5 Cara Ampuh agar Kembali Terlelap
1. Karet Vakum Karburator Bermasalah
Motor karburator tipe vakum sangat bergantung pada komponen karet tipis di dalamnya. Jika karet ini sobek atau mengeras, katup gas tidak akan terbuka sempurna saat Anda menarik tuas gas.
Efeknya, motor akan terasa "tersedak" dan mati karena campuran udara dan bensin tidak seimbang.
2. Ventilasi Tutup Tangki Tersumbat
Ini adalah masalah sepele yang paling sering diabaikan. Tutup tangki bensin memiliki lubang kecil sebagai ventilasi udara.
Jika lubang ini tersumbat debu, udara tidak bisa masuk ke tangki untuk menggantikan volume bensin yang keluar. Hal ini menciptakan tekanan vakum yang menahan bensin agar tidak turun ke karburator.
3. Keran Bensin Tertutup atau Tersumbat
Pastikan posisi keran bensin Anda berada pada posisi "ON" atau "RES". Selain faktor kelalaian posisi keran, endapan kotoran dari dasar tangki sering kali menyumbat lubang kran bensin.
Aliran yang tersendat membuat motor hanya bisa menyala sebentar menggunakan sisa bensin di mangkuk karburator, lalu mati total. (naz)
Editor : Mizan Ahsani