Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Gerhana Bulan Disebut Dimakan Raksasa? Ini Mitos Lama dan Penjelasan Ilmiahnya

Bagas Bimantara • Rabu, 15 April 2026 | 13:26 WIB
Mitos Gerhana Bulan Disebut Dimakan Raksasa. (ILUSTRASi/ISTIMEWA)
Mitos Gerhana Bulan Disebut Dimakan Raksasa. (ILUSTRASi/ISTIMEWA)

Jawa Pos Radar Madiun – Gerhana bulan selalu menjadi fenomena langit yang memikat perhatian manusia sejak ribuan tahun lalu. Di balik keindahannya, fenomena ini sering dikaitkan dengan berbagai cerita mistis di berbagai belahan dunia.

Dalam kepercayaan tradisional masyarakat Jawa, gerhana bulan dianggap sebagai peristiwa sakral di mana bulan sedang "dimakan" oleh raksasa atau Buto.

Meskipun saat ini kita hidup di era modern, mitos ini tetap menjadi bagian dari kekayaan budaya yang menarik untuk dikupas, baik dari sisi tradisi maupun sudut pandang astronomi.

Baca Juga: Rekomendasi Merk Lampu Kamar Tidur Terbaik 2026: Nyaman dan Estetik

Asal-usul Mitos: Dendam Batara Kala terhadap Bulan

Dalam mitologi Jawa, sosok raksasa yang dipercaya menelan bulan dikenal dengan nama Batara Kala. Kisah ini bermula dari dendam Batara Kala terhadap Dewi Ratih (Bulan) dan Dewa Surya (Matahari) yang melaporkan perbuatannya saat mencuri air keabadian (Tirta Amerta).

Sebagai bentuk pembalasan, Batara Kala dikisahkan terus mengejar dan berusaha menelan bulan. Peristiwa gerhana dianggap sebagai momen saat raksasa tersebut berhasil menangkap dan mulai mengunyah bulan, sehingga langit menjadi gelap gulita.

Tradisi Mengusir Raksasa: Kearifan Lokal yang Unik

Masyarakat dahulu memiliki cara tersendiri untuk menyelamatkan bulan agar kembali terang. Fenomena ini melahirkan tradisi memukul benda-benda di sekitar untuk menciptakan kebisingan.

Baca Juga: China Berhasil Luncurkan Roket Lijian-1 Y12, Angkut 8 Satelit ke Orbit

Beberapa tradisi yang dilakukan antara lain:

Memukul Lesung: Alat penumbuk padi dari kayu dipukul secara ritmis.

Menabuh Kentongan: Warga berkeliling desa memukul kentongan atau benda logam lainnya.

Membuat Suara Ramai: Dipercaya bahwa suara gaduh akan membuat Batara Kala ketakutan dan memuntahkan kembali bulan yang sedang dimakannya.

Kini, tradisi tersebut masih bertahan di beberapa daerah sebagai bentuk pelestarian budaya dan pertunjukan seni, meskipun masyarakat sudah memahami penyebab gerhana secara logika.

Mitos Gerhana Bulan bagi Ibu Hamil

Selain cerita tentang raksasa, gerhana bulan juga kerap dibumbui larangan bagi ibu hamil. Beberapa kepercayaan tradisional yang masih sering terdengar meliputi:

Dilarang Keluar Rumah: Khawatir janin akan mengalami cacat atau tanda lahir.

Bersembunyi di Bawah Tempat Tidur: Sebagai bentuk perlindungan diri dari kekuatan gelap.

Membasuh Perut dengan Air: Dipercaya dapat menetralkan pengaruh negatif gerhana.

Penting untuk dicatat bahwa secara medis, anggapan ini tidak memiliki dasar ilmiah. Ibu hamil tetap aman beraktivitas seperti biasa selama gerhana terjadi.

Penjelasan Ilmiah: Mengapa Bulan Terlihat Gelap atau Kemerahan?

Secara astronomi, gerhana bulan adalah fenomena presisi yang terjadi akibat posisi benda langit. Gerhana bulan terjadi ketika Bumi berada tepat di antara Matahari dan Bulan dalam satu garis lurus.

Cahaya matahari yang menuju bulan terhalang oleh bayangan Bumi. Warna kemerahan yang sering muncul (sering disebut Blood Moon) disebabkan oleh pembiasan cahaya matahari oleh atmosfer Bumi yang hanya melewatkan spektrum warna merah ke permukaan bulan.

Tabel: Mitos vs Fakta Gerhana Bulan

Aspek Mitos Tradisional Penjelasan Ilmiah
Penyebab Dimakan Raksasa Batara Kala Bayangan Bumi menutupi Bulan
Solusi Membuat suara gaduh (Lesung/Kentongan) Menunggu pergerakan orbit alami
Dampak Ibu Hamil Berbahaya bagi janin Tidak ada dampak kesehatan
Warna Merah Bulan sedang terluka/berdarah Pembiasan atmosfer Bumi (Rayleigh scattering)

Mitos gerhana bulan dimakan raksasa adalah bagian dari kearifan lokal yang memperkaya imajinasi dan budaya kita. Meskipun penjelasan ilmiah telah membuktikan bahwa gerhana adalah peristiwa astronomi murni, merayakan tradisi pengusir raksasa merupakan cara yang indah untuk menghargai warisan leluhur.

Editor : Nur Wachid
#mitos gerhana bulan #gerhana bulan dimakan raksasa #batara kala gerhana bulan #mitos gerhana bulan jawa #penjelasan ilmiah gerhana bulan