Jawa Pos Radar Madiun - Di tengah meningkatnya prevalensi penderita Diabetes Melitus di Indonesia, kesadaran masyarakat untuk beralih ke sumber karbohidrat yang lebih sehat kian meningkat.
Salah satu bahan pangan lokal yang kini menjadi primadona sebagai pengganti nasi adalah singkong.
Nasi putih memang masih menjadi makanan pokok utama. Namun, nasi putih memiliki Indeks Glikemik (IG) yang tinggi, yang berarti dapat memicu lonjakan gula darah secara cepat setelah dikonsumsi.
Bagi penderita diabetes, beralih ke singkong bisa menjadi langkah cerdas untuk menjaga kestabilan kadar glukosa dalam tubuh.
Mengapa Singkong Lebih Baik dari Nasi Putih?
Singkong menawarkan keunggulan nutrisi yang tidak dimiliki oleh nasi putih olahan, terutama dalam hal manajemen gula darah:
1. Karbohidrat Kompleks & Pencernaan Lambat
Berbeda dengan nasi putih yang cepat diserap, singkong mengandung karbohidrat kompleks.
Tubuh membutuhkan waktu lebih lama untuk memecah karbohidrat ini, sehingga pelepasan energi terjadi secara bertahap dan mencegah lonjakan gula darah yang drastis.
2. Kandungan Serat yang Tinggi
Serat dalam singkong berperan penting dalam memperlambat penyerapan glukosa ke dalam aliran darah.
Serat juga memberikan efek kenyang lebih lama, yang membantu penderita diabetes mengontrol nafsu makan dan berat badan.
Baca Juga: Tren Operasi Bariatrik 2026: Benarkah Menjadi Solusi Instan untuk Obesitas?
3. Kaya Nutrisi Pendukung
Singkong bukan hanya sekadar sumber energi. Di dalamnya terkandung:
-
Vitamin C: Sebagai antioksidan untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
-
Kalium: Membantu menjaga tekanan darah tetap stabil.
-
Antioksidan: Membantu melawan peradangan dalam tubuh.
Manfaat singkong bisa hilang jika salah dalam proses pengolahan. Para ahli kesehatan menekankan pentingnya metode memasak agar manfaat kesehatan tetap optimal:
-
Rebus atau Kukus: Ini adalah cara terbaik karena tidak menambah kalori dari lemak trans.
-
Hindari Menggoreng: Menggoreng singkong meningkatkan kadar lemak jenuh dan kalori yang dapat memicu risiko penyakit jantung.
-
Tanpa Tambahan Pemanis: Jangan mengonsumsi singkong dalam bentuk kolak atau keripik manis yang ditaburi gula/madu berlebih.
Pentingnya Kontrol Porsi
Meski singkong lebih ramah bagi penderita diabetes, prinsip "moderasi" tetap berlaku.
Konsumsi singkong secara berlebihan tetap dapat meningkatkan total asupan karbohidrat harian yang berujung pada naiknya kadar gula darah.
Sangat disarankan untuk tetap berkonsultasi dengan ahli gizi guna menentukan porsi yang tepat sesuai dengan kebutuhan kalori harian Anda. (naz)
Editor : Mizan Ahsani