Jawa Pos Radar Madiun - Banyak orang mengira menyikat gigi secara rutin sudah cukup untuk menjaga warna gigi tetap putih. Namun, faktanya gigi tetap bisa menguning karena berbagai faktor, baik dari dalam maupun luar tubuh.
Konsultan senior dan dokter gigi di Bengaluru, Dr. Shraddha Bahirwani, menjelaskan bahwa perubahan warna gigi tidak disebabkan oleh satu faktor saja. Genetika, penuaan, pola makan, hingga gaya hidup seperti merokok turut berperan.
Faktor Penyebab Gigi Kuning
Secara alami, enamel gigi bersifat tipis dan transparan. Seiring bertambahnya usia, enamel akan menipis sehingga lapisan dentin yang berwarna kekuningan menjadi lebih terlihat.
Baca Juga: 5 Blender Philips Terbaik 2026: Harga Mulai 300 Ribuan, Fitur Canggih Bikin Kaget!
Selain itu, konsumsi makanan dan minuman berwarna seperti kopi, teh, soda, dan anggur dapat meninggalkan noda pada gigi. Jika tidak dibarengi kebersihan mulut yang baik, noda ini bisa menembus lapisan gigi lebih dalam.
Kebiasaan merokok juga menjadi penyebab utama gigi kuning akibat penumpukan nikotin dan tar yang sulit dihilangkan hanya dengan menyikat gigi.
Faktor Lain yang Berpengaruh
Perubahan warna gigi juga bisa dipengaruhi oleh faktor lingkungan, seperti konsumsi air dengan kadar fluorida tinggi saat masa kanak-kanak. Selain itu, penggunaan obat-obatan tertentu seperti tetrasiklin dan suplemen zat besi juga dapat menyebabkan noda pada gigi.
Cara Mengatasi Gigi Kuning
Untuk mengatasi noda, perawatan profesional seperti scaling dan bleaching dapat membantu mengembalikan warna gigi. Pada kasus tertentu, prosedur kosmetik seperti veneer atau mahkota gigi mungkin diperlukan.
Pencegahan yang Bisa Dilakukan
Menjaga kebersihan mulut tetap menjadi langkah utama. Dokter menyarankan menyikat gigi dua kali sehari, rutin memeriksakan gigi, berkumur setelah makan, serta membatasi konsumsi makanan dan minuman penyebab noda.
Gigi kuning tidak hanya disebabkan oleh kurangnya kebersihan, tetapi juga dipengaruhi berbagai faktor lain. Dengan perawatan yang tepat dan pola hidup sehat, warna gigi dapat tetap terjaga.
Editor : Rimba Febriani