Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Jangan Tunggu Celaka! Ini Ciri Kampas Rem Motor Sudah Habis dan Harus Segera Diganti

Ardia Dimas • Rabu, 15 April 2026 | 17:41 WIB
Ciri-ciri kampas motor habis. (ILUSTRASI/HONDA)
Ciri-ciri kampas motor habis. (ILUSTRASI/HONDA)

Jawa Pos Radar Madiun – Dalam ekosistem kendaraan bermotor, kampas rem menduduki posisi sebagai salah satu komponen paling vital. Fungsinya sangat krusial: memperlambat dan menghentikan laju kendaraan dengan aman.

Namun, karena posisinya yang sering tersembunyi, banyak pengendara yang abai. Padahal, jika kampas rem sudah aus namun tetap dipaksakan, risiko kecelakaan meningkat drastis akibat rem blong atau jarak pengereman yang menjadi lebih panjang. Mengenali tanda-tanda keausan sejak dini adalah kunci keselamatan Anda di jalan raya.

Tanda-Tanda Kampas Rem Motor Harus Segera Diganti

Sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan, perhatikan ciri-ciri berikut pada sistem pengereman motor Anda:

Baca Juga: Pentingnya Makanan Bergizi Seimbang untuk Anak: Dukung Imun dan Kecerdasan

1. Rem Terasa Kurang Pakem

Ini adalah tanda yang paling umum. Saat Anda menekan tuas rem, motor tidak langsung melambat secara responsif seperti biasanya. Anda merasa perlu energi lebih atau waktu lebih lama agar motor benar-benar berhenti.

2. Muncul Bunyi Berdecit yang Mengganggu

Jika terdengar suara melengking seperti “cit-cit” atau bunyi gesekan logam yang kasar saat mengerem, itu adalah peringatan keras. Bunyi ini muncul karena pelat besi pada kampas rem sudah mulai bergesekan langsung dengan piringan cakram akibat lapisan kampas yang sudah habis.

3. Tuas Rem Terasa Lebih Dalam

Pernahkah Anda merasa harus menarik tuas rem (rem depan) atau menginjak pedal rem (rem belakang) jauh lebih dalam dari posisi normalnya? Hal ini terjadi karena piston rem harus mendorong lebih jauh untuk menjepit piringan akibat menipisnya ketebalan kampas.

4. Getaran pada Roda Saat Mengerem

Kampas rem yang habisnya tidak rata dapat menyebabkan getaran yang terasa hingga ke stang atau kaki saat pengereman dilakukan. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat merusak piringan cakram (disc brake) Anda.

5. Fisik Kampas Terlihat Tipis

Secara visual, Anda bisa mengecek langsung ketebalan kampas melalui celah kaliper. Jika jarak antara pelat kampas dengan piringan sudah sangat rapat atau alur pada kampas sudah menghilang, artinya kampas sudah mencapai batas usia pakainya.

Baca Juga: Prediksi Arsenal vs Sporting CP: Laga Ketat Diprediksi Berakhir Selisih Satu Gol

Penyebab Kampas Rem Cepat Habis

Keausan kampas rem dipengaruhi oleh pola berkendara. Beberapa faktor yang mempercepat proses ini antara lain:

Sering mengerem mendadak: Gaya berkendara agresif sangat membebani kampas.

Kondisi jalan macet: Frekuensi pengereman stop-and-go yang tinggi mempercepat gesekan.

Beban berlebih: Membawa muatan yang melampaui kapasitas motor memaksa rem bekerja ekstra keras.

Kualitas material: Menggunakan kampas rem non-orisinal dengan kualitas rendah.

Tips Perawatan dan Rekomendasi

Kapan Harus Diganti? Idealnya, kampas rem diganti setiap 8.000 – 15.000 km, tergantung intensitas pemakaian. Jangan menunggu sampai benar-benar habis, karena logam yang bergesekan akan merusak piringan cakram yang harganya jauh lebih mahal untuk diganti.

Cara Agar Lebih Awet:

Gunakan rem secara halus dan bertahap.

Hindari kebiasaan menahan tuas rem saat motor sedang melaju.

Pilih brand berkualitas seperti Federal Parts, Aspira, atau Brembo untuk performa yang lebih terjamin.

Kampas rem adalah investasi kecil untuk keselamatan yang besar. Mengenali tanda-tanda keausan tidak hanya menyelamatkan nyawa Anda, tetapi juga menjaga dompet Anda dari biaya perbaikan piringan cakram yang rusak. Segera bawa motor Anda ke bengkel jika rem mulai terasa tidak normal!

Editor : Nur Wachid
#tanda kampas rem habis #kampas rem motor aus #rem motor tidak pakem #cara cek kampas rem #kampas rem terbaik