Jawa Pos Radar Madiun - Mobile Legends Bang Bang (MLBB) memang sangat dominan di Asia Tenggara, namun di wilayah seperti Amerika Utara, Eropa, dan Jepang, kondisinya cukup berbeda.
Sebenarnya Moonton telah melakukan pergeseran strategi besar-besaran sejak tahun 2025 hingga memasuki pertengahan 2026 ini untuk menembus pasar di beberapa tersebut.
Sulitnya Moonton menembus pasar "Big Three" (Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang) memang menjadi fakta yang kontras jika dibandingkan dengan dominasi mutlak mereka di Asia Tenggara.
Meskipun sudah melakukan berbagai upaya di tahun ini.
Hingga tahun 2026 ini, ada beberapa faktor utama yang menyebabkan MLBB tidak sepopuler di sana:
1. Dominasi Budaya PC dan Konsol
Di Amerika dan Eropa, komunitas gamer memiliki akar yang sangat kuat di platform PC dan Konsol (PlayStation, Xbox).
Genre MOBA: Pemain di sana lebih memilih bermain League of Legends (LoL) atau Dota 2 di PC untuk pengalaman yang lebih kompetitif dan grafis yang lebih berat.
Gaya Hidup: Di negara maju, akses ke PC gaming atau konsol lebih merata, sehingga bermain game berat di ponsel sering dianggap sebagai "alternatif" saja, bukan platform utama seperti di Indonesia.
Baca Juga: Wajib Tahu! Ini 7 Manfaat Luar Biasa Rutin Pakai Sunscreen Tiap Hari
2. Persaingan dengan Wild Rift dan Honor of Kings
MLBB menghadapi persaingan ketat dari pengembang besar yang sudah punya nama di wilayah tersebut seperti League of Legends, Wild Rift, hingga Honor of Kings.
Adapun beberapa tahun terakhir Tencent selaku pengembang Honor of Kings (HoK) melakukan ekspansi besar-besaran secara global.
HoK mulai mengambil pangsa pasar di beberapa wilayah yang sebelumnya belum tersentuh oleh MLBB.
3. Karakteristik Pasar Jepang
Jepang adalah pasar yang sangat unik. Gamer di sana sangat menyukai game gacha dan RPG. Judul-judul seperti Genshin Impact, Fate/Grand Order, atau game berbasis anime jauh lebih populer.
Keberadaan Nintendo Switch juga sangat dominan di Jepang, sehingga banyak orang lebih memilih bermain game konsol portabel daripada game MOBA di ponsel.
Di sisi lain, meski tidak sebesar di Indonesia, MLBB mulai mendapat perhatian karena akan dipertandingkan di Asian Games 2026 Nagoya. Ini perlahan mulai meningkatkan eksposur MLBB di sana.
4. Isu Legal dan Distribusi (Amerika)
Di Amerika Serikat, MLBB sempat menghadapi beberapa kendala hukum terkait hak cipta dengan Riot Games.
Meskipun masalah ini sudah mulai mereda dan server Amerika kembali aktif pada 2025, gangguan tersebut sempat menghambat pertumbuhan komunitas dan kemudahan akses unduhan di App Store/Play Store setempat.
Selama bertahun-tahun, Moonton memang memfokuskan sumber dayanya di Asia Tenggara karena pasarnya yang sangat luas dan potensial.
Baru pada tahun 2025-2026 ini, mereka mulai merombak struktur esports global menjadi 5 wilayah (termasuk Amerika dan Eropa) untuk mencoba menembus pasar tersebut lebih dalam. (rio)
Editor : Mizan Ahsani