Jawa Pos Radar Madiun - AC mobil bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga terkait efisiensi kendaraan dan kesehatan penumpang.
Sistem AC yang kotor memaksa mesin bekerja lebih berat, yang secara langsung membuat konsumsi bahan bakar minyak (BBM) menjadi lebih boros.
Oleh karena itu, servis berkala sangat krusial untuk menjaga performa sistem pendingin tetap optimal.
Secara umum, terdapat dua jenis perawatan AC yang wajib dipahami pemilik mobil:
1. Servis Rutin (Setiap 6 Bula /10.000 KM)
Fokus pada pemeliharaan ringan untuk menjaga kualitas udara dan tekanan sistem:
Pembersihan atau penggantian filter kabin.
Pengecekan tekanan freon.
Pembersihan kondensor dari debu dan kotoran agar pelepasan panas maksimal.
Baca Juga: Waspada Tanda Awal AC Mobil Rusak, Kenali Gejalanya sebelum Biaya Servis Membengkak
2. Servis Besar (Setiap 1 Tahun/20.000 KM)
Fokus pada penggantian komponen habis pakai dan pembersihan menyeluruh:
Ganti Oli Kompresor: Untuk mencegah gesekan yang bisa membuat kompresor jebol.
Pembersihan Evaporator: Menghilangkan jamur dan bakteri penyebab bau tidak sedap.
Penggantian Receiver Drier: Memastikan sistem tetap kering dari uap air yang bisa memicu korosi internal.
Manfaat Utama Servis Teratur
Selain menjaga udara tetap segar dan bebas bakteri, servis rutin membantu Anda mendeteksi selang yang mulai retak atau seal yang getas sebelum freon habis total. Udara yang bersih di dalam kabin juga menjamin pernapasan keluarga Anda bebas dari tungau dan jamur yang sering bersarang di sistem AC yang kotor.
Editor : Mizan Ahsani