Jawa Pos Radar Madiun – Pernahkah Anda memperhatikan panel tombol di dalam lift gedung perkantoran atau apartemen? Sebagian orang mungkin menyadari bahwa beberapa gedung bertingkat seolah "kehilangan" lantai 4. Setelah lantai 3, nomor lantai sering kali langsung melompat ke angka 5 atau diganti dengan kode 3A.
Fenomena ini bukanlah kesalahan teknis dalam pembangunan atau penomoran, melainkan sebuah praktik yang berkaitan erat dengan kepercayaan budaya dan mitos angka 4 yang dianggap membawa kesialan.
Mengenal Tetrafobia: Ketakutan terhadap Angka 4
Kepercayaan ini berakar kuat dalam budaya Tionghoa dan beberapa negara Asia Timur lainnya seperti Jepang dan Korea. Fenomena ini secara medis dan psikologis dikenal sebagai Tetrafobia.
Baca Juga: Rekomendasi Lanyard Kece untuk Kerja dan Harian: Dari Minimalis hingga Premium
Penyebab utamanya adalah fonetik atau pelafalan. Dalam bahasa Mandarin, angka 4 disebut sebagai Sì, yang memiliki bunyi sangat mirip dengan kata kematian (Sǐ). Karena kemiripan bunyi inilah, angka 4 dianggap sebagai simbol nasib buruk yang harus dihindari agar tidak mendatangkan energi negatif atau "kematian" pada bisnis maupun penghuni di dalamnya.
Alasan Lantai 4 Sering Dihilangkan
Penghilangan lantai 4 di gedung-gedung modern bukan hanya soal takhayul, tetapi juga mempertimbangkan aspek psikologis dan komersial:
Simbol Kematian: Karena pelafalannya yang identik dengan kematian, angka ini dianggap tabu.
Baca Juga: Jangan Asal Pilih Casing HP, Salah Bahan Bisa Bikin Sinyal Lemah!
Energi Negatif: Dipercaya dapat membawa kesialan bagi kelancaran bisnis atau kesehatan penghuninya.
Kenyamanan Psikologis: Menghindari rasa tidak nyaman atau rasa waswas bagi tamu maupun penyewa unit.
Strategi Pemasaran: Pengembang properti cenderung mengganti nomor lantai agar unit tersebut lebih mudah terjual dan memiliki nilai investasi yang stabil di mata masyarakat yang masih memegang teguh tradisi.
Alternatif Penomoran yang Digunakan
Untuk menjaga urutan lantai tanpa harus menampilkan angka yang dianggap "sial" tersebut, pengelola gedung biasanya menggunakan beberapa alternatif cerdas, di antaranya:
Baca Juga: Tips Menghemat Kuota Internet di HP Agar Tidak Cepat Habis
Lantai 3A: Mengganti angka 4 dengan kombinasi angka dan huruf.
Lantai 5: Langsung melompat dari lantai 3 ke lantai 5 (sehingga lantai 4 secara fisik ada, namun secara administratif dinamai lantai 5).
Lantai 3B: Terkadang digunakan jika gedung memiliki banyak sekat atau lantai tambahan.
Mitos vs Logika Modern
Meskipun kepercayaan ini sangat kuat di Asia, secara logika dan ilmiah angka 4 hanyalah sebuah urutan matematika yang netral. Tidak ada bukti medis atau arsitektural yang menunjukkan bahwa lantai 4 memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan lantai lainnya.
Baca Juga: Tips Menghemat Kuota Internet di HP Agar Tidak Cepat Habis
Namun, dalam dunia properti, kenyamanan penghuni adalah prioritas utama. Penghilangan lantai 4 lebih merupakan penghormatan terhadap faktor budaya dan upaya menjaga psikologi massa agar lingkungan gedung tetap terasa positif bagi semua orang.
Editor : Nur Wachid