Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Pantangan Masa Pingitan: Antara Mitos dan Penjagaan Kesakralan Pernikahan

Alfiah Sidiq • Jumat, 17 April 2026 | 15:07 WIB
Ilustrasi tradisi Jawa dalam pernikahan. (JEVAHRE ENTERPRISE)
Ilustrasi tradisi Jawa dalam pernikahan. (JEVAHRE ENTERPRISE)

Jawa Pos Radar Madiun - Menjelang hari besar, calon pengantin Jawa biasanya harus melewati masa pingitan yang sarat akan aturan.

Meski sering dianggap sebagai mitos oleh generasi muda, sederet pantangan dalam tradisi dipingit sebenarnya memiliki tujuan fungsional untuk menjamin kelancaran hari bahagia.

Ada beberapa larangan utama yang wajib dipatuhi selama masa dipingit:

1. Larangan Keluar Rumah

Dipercaya untuk menghindarkan calon pengantin dari bahaya fisik maupun gangguan yang bersifat mistis.

2. Larangan Bertemu Calon Mempelai Pria

Hal ini dilakukan untuk menjaga kesakralan momen pertemuan pertama di hari akad atau resepsi, sekaligus memupuk rasa rindu.

Baca Juga: Tips Mengolah Ubi Jalar agar Lezat, Sehat, dan Cocok untuk Menu Harian Keluarga

3. Menghindari Aktivitas Berat

Calon pengantin dilarang melakukan pekerjaan yang berisiko cedera atau kelelahan berlebih agar kondisi fisik tetap bugar.

4. Menjaga Lisan dan Emosi

Dilarang berkata kasar atau terlibat konflik demi menjaga kejernihan pikiran sebelum mengucap janji suci.

Penyesuaian di era modern kini banyak dilakukan, namun esensi utama untuk menjaga keselamatan dan kesiapan calon pengantin tetap menjadi prioritas bagi keluarga yang masih memegang teguh adat Jawa. (afi)

Editor : Mizan Ahsani
#tradisi #jawa #pernikahan