Fokus Investigasi Menyeluruh
Investigasi yang dilakukan Kemkomdigi tidak hanya menyasar pada aspek teknis, tetapi mencakup lima pilar utama:
-
Kebijakan: Meninjau kembali aturan tata kelola data di dalam IGRS.
-
Sistem & Teknologi: Mencari celah keamanan (security loophole) yang memungkinkan akses publik ke data privat.
-
Proses: Mengevaluasi alur kerja pengajuan klasifikasi gim.
-
Organisasi & SDM: Memastikan akuntabilitas sumber daya manusia yang mengelola data tersebut.
"Kita mau hasilnya bukan sepotong-sepotong. Investigasi ini menyeluruh dan akan kita laporkan hasilnya supaya tidak ada asumsi-asumsi lagi," tegas Sonny dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat (17/4).
Baca Juga: Makanan Viral ala Gen Z, dari Dessert Manis hingga Kopi Susu Kekinian
Dampak Kebocoran: Cuplikan Gim Hingga Surel Pengembang
Insiden ini menjadi sorotan dunia internasional setelah beberapa judul gim besar terdampak. Celah keamanan pada sistem IGRS diduga membuat materi pengajuan klasifikasi yang bersifat rahasia dapat diakses oleh pihak luar.
Beberapa dampak nyata dari kebocoran ini meliputi:
-
Kebocoran Cuplikan Permainan: Judul-judul seperti "007: First Light" dan "Echoes of Aincrad" milik Bandai Namco mengalami kebocoran momen penting dalam permainan (gameplay footage).
-
Ekspos Data Pribadi: Selain materi visual, ribuan alamat surel (email) milik pengembang gim dilaporkan ikut terekspos, yang meningkatkan risiko serangan siber lanjutan terhadap para pengembang.
Langkah Tegas: Penundaan Proses Rating
Sebagai konsekuensi dari proses investigasi ini, Kemkomdigi memutuskan untuk menunda sementara seluruh proses rating IGRS. Penundaan ini bertujuan untuk memastikan sistem benar-benar aman dan kredibel sebelum kembali digunakan oleh masyarakat maupun pelaku industri gim.
Kemkomdigi juga melibatkan penerbit gim dan asosiasi industri dalam proses evaluasi ini guna memulihkan kepercayaan para pengembang internasional yang ingin memasarkan produknya di Indonesia.
Editor : Mizan Ahsani