Jawa Pos Radar Madiun - Pelaku industri gim meyakini evaluasi yang sedang dilakukan terhadap Indonesia Game Rating System (IGRS) membuat implementasinya menjadi lebih baik dan tetap berpihak kepada ekosistem gim Indonesia.
Presiden Asosiasi Game Indonesia (AGI) Shafiq Husein mengatakan beberapa hal yang perlu dievaluasi dari implementasi IGRS sedang dibenahi oleh pelaku industri bersama pemangku kepentingan lain.
"Kami berharap industri gim Indonesia bisa lebih maju lagi dengan adanya ini (IGRS), bukan menjadi pembatasan. Kita memastikan semua yang kita buat itu berpihak terhadap industri gim Indonesia," kata Shafiq dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Jumat.
Tantangan pada pelaksanaan IGRS, kata Syafiq, menjadi pembuka pintu komunikasi antar pemangku kepentingan di industri gim Indonesia agar sistem klasifikasi gim berdasarkan usia tersebut berjalan dengan baik.
Sementara itu, CEO Gamecom Team Reza Febri Nanda mengajak calon pelaku industri gim tidak takut untuk terjun menjadi pengembang gim maupun pelaku industri kreatif.
"Kita bakal memperbaiki semuanya, kita bakal ikut. Intinya (implementasi IGRS) menjadi lebih baik dan tidak akan menjadi halangan, semoga tetap ada calon-calon pelaku industri kreatif ke depannya," ujar Reza.
Baca Juga: Dugaan Kebocoran Data Gim Tersebar, Kemkomdigi Investigasi Menyeluruh Sistem IGRS
Sedangkan CEO dan co-founder Arsanesia Adam Ardisasmita mengatakan pihaknya mengawal evaluasi IGRS agar prosesnya berjalan dengan transparan.
"Kita meng-update (menyampaikan informasi baru) kepada teman-teman di ekosistem apa yang terjadi, apa yang perlu diperbaiki, dan kita pastikan ini semua fit (sesuai) dengan kebutuhan dari teman-teman industri," kata Adam.
Diketahui, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menunda penerapan klasifikasi gim berbasis usia, Indonesia Game Rating System (IGRS), hingga proses investigasi serta evaluasi sistemnya rampung secara menyeluruh.
"Sambil menunggu semua proses investigasi dan evaluasi selesai, kami memutuskan untuk menunda sementara proses rating IGRS secara keseluruhan. Saya tegaskan sekali lagi, penundaan ini sifatnya hanya sementara," kata Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Kemkomdigi Sonny Hendra Sudaryana.
Penundaan ini dilakukan untuk memastikan bahwa sistem IGRS ke depannya berjalan dengan baik dan lebih kredibel sehingga dapat dipercaya oleh masyarakat maupun pelaku industri.
Sonny menjelaskan, sejak isu kekeliruan tampilan rating IGRS di platform distribusi Steam mendapat sorotan publik, Kemkomdigi membentuk tim khusus untuk menginvestigasi persoalan tersebut secara menyeluruh. (naz)
Editor : Mizan Ahsani